Kacau

4 1 0
                                        

Arga sampai ke rumah pas saat hujan turun, ia langsung masuk ke dalam rumah sambil berlari. Ina yang dari tadi sudah mandi dan berpakaian baju tidur sedang mengerjakan tugasnya di ruang tv. Arga masuk dan langsung melepas sepatunya lalu melirik ke arah ina.

"Sedang apa?" Tanya arga.

"Tidak lihat?" Balas ina sambil menunjuk buku bukunya.

"Oh" balas arga cuek.

"Bodoh" gumam ina.

"Saya pintar btw" balas arga dan langsung membawa belanjaannya tadi ke dapur.

Ina berdiri dan berjalan di belakang arga dia ikut ke dapur dan berniat untuk membantu.

"Ngapain?" Tanya arga heran.

"Mau mandi, ya bantuin om lah buat masak" kesal ina.

"Bisa?" Tanya arga ragu.

"Meh raguin aku ya? Aku udah bisa masak tau" geram ina.

"Benarkah? Ya sudah kamu iris bawang dan cabai ini oke?" Perintah arga sambil memberikan alat dan bahannya kepada ina.

"Siap bos!" Balas ina dengan semangat. Arga tersenyum tipis dan melanjutkan memilih bahan bahan yang lainnya.

"Apa mau sop?" Tanya arga.

"Hmm" balas ina singkat.

"Mau apa tidak?" Tanya arga lagi.

"Iya mau om" balas ina menahan kesalnya lagi.

Arga melanjutkan acara memasaknya semua bahan juga sudah selesai di potong ina dan mereka juga sekarang sudah makan malam yang di masak oleh mereka berdua tadi.

"Masakan ku lumayan" gumam ina sambil mencicipi masakannya.

"Iya" balas arga singkat.

"Om aaa" ujar ina sambil menyendokkan makanannya ke depan mulut arga.

"Kenapa?" Tanya arga bingung.

"Buka mulutnya" ujar ina.

Arga membuka mulutnya dan ina menyuapinya seketika arga merasa atmosfer di antara mereka sedikit panas. Padahal ina tidak merasakan apapun dia merasa yang dia lakukan biasa saja dan tak peduli dengan ekspresi yang di berikan arga.

"Saya bisa makan sendiri" ujar arga mengelak untuk di suapi kembali oleh ina.

"Baiklah" balas ina dan dia berhenti untuk menyuapinya.

Selesai makan mereka kembali duduk di ruang tv, arga menonton film dan ina mengerjakan tugasnya.

"Ck ini apaan sih soalnya susah banget" keluh ina kesal.

"Soal apa?" Tanya arga.

"Soal sosiologi" balas ina dan menunjuk bukunya.

"Materi apa?" Tany arga dan mendekatkan tubuhnya ke depan tempat ina berada. Jantungnya kembali tidak normal dan begitu juga ina, ina merasa sekarang pipinya sudah memerah karena hal itu.

"J-jangan terlalu dekat om" ujar ina gugup.

Arga memundurkan tubuhnya lagi dan duduk di samping ina membantu ina untuk menjawab soalnya dan juga membantu menulis di bukunya karena sekarang ina sudah menutup matanya dengan tenang alias tidur.

"Sudah selesai" ujar arga dan melihat ina yang tertidur lelap. Tak tega untuk membangunkannya lagi dan lagi arga kembali menggendong ina menuju kamarnya. Buku bukunya sudah di rapikan dan sekarang ina sudah tertidur di atas kasurnya.

Arga mendekatin ina dan duduk di sisi ranjang ina. Tersenyum sangat tipis dan itu merupakan senyum yang tampan karena arga jarang sekali memperlihatkan senyuman itu bahkan dengan siapapun.

BECAUSE IT'S YOU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang