JANGAN LUPA SPAM VOTE, COMMENT, DAN SHARE ;)
HAPPY READING<3
***
Tiga puluh menit sudah. Namun, Rinjani masih setia menunggu Bara di parkiran motor Rumah Sakit Jiwa itu. Di sisi lain ia bingung kenapa Bara tak kunjung keluar dari ruangan sang Bunda. Karena katanya ia hanya pergi sebentar untuk memberikan hadiah kepada Bunda-nya yang sempat terlupa. Akhirnya Rinjani memilih duduk di bangku bawah pohon rindang di taman RSJ itu untuk menunggu Bara.
"Hey, cantik?" tiba-tiba seorang laki-laki di depan gerbang Rumah Sakit Jiwa itu berucap entah memanggil siapa. Mendengar itu Rinjani lalu menatap si laki-laki, selanjutnya ia mengedarkan pandangannya, namun, ia tak menemui siapa pun selain dirinya dan si laki-laki itu.
"Aku?" tanya Rinjani kepada si laki-laki. Dengan mudahnya laki-laki itu tiba-tiba saja melompat masuk dari atas gerbang RSJ yang mungkin saja tingginya berkisar 150 cm. Dan langsung duduk di kursi sebelah Rinjani.
"Pohonnya," tunjuk laki-laki itu ke batang pohon yang tepat di samping kiri Rinjani. "Ya lo lah, siapa lagi coba di sini yang cantik? Gue? Sorry ya, i'm handsome." Rinjani malah bingung sendiri dengan tingkah aneh laki-laki itu, kemudian ia malah menatap lama laki-laki itu dengan tatapan yang cukup intens. Setelah ia menelisik, ternyata ia baru ingat bahwa laki-laki itu adalah Xender.
Melihat Rinjani yang terus menatapnya membuat Xender tersenyum usil.
"Mengagumi gue, hm?" ucap Xender sembari menaik turunkan alisnya. Walaupun laki-laki itu selalu menggunakan masker dan memakai topi tetap saja ia terlihat keren dan tampan. Matanya yang tajam, bulu matanya yang lentik dan alisnya yang tumbuh teratur membuat orang yang melihatnya saja sudah pasti beranggapan bahwa laki-laki itu 'tampan'.
Mendengar itu, Rinjani buru-buru mengerjapkan mata-tersadar. "Hah?" refleks-nya.
"Lo tahu artinya handsome?" tanya Xender membuat Rinjani mengerutkan dahi bingung karena pertanyaannya yang ia rasa cukup aneh.
"Ganteng."
"Salah. Yang bener, 'lihat gue' ," canda Xender membuat Rinjani menggelengkan kepala.
"Em, Xender, kamu ngapain di sini?" tanya Rinjani mengalihkan topik.
"Seharusnya gue yang tanya sama lo... Ngapain cewek cantik di RSJ? Mana duduk sendirian di bawah pohon, kek lagi gantian sip sama mbk kunti aja." Rinjani medengar itu melotot.
"Ih Xender, dari tadi kamu ngomong cantik terus, emangnya aku cantik?" Rinjani berkata dengan rasa tidak percaya diri. Karena ia merasa dirinya itu biasa saja, dan jauh dari kata cantik.
"Btw, lo bisa manggil gue X, kalau lo manggil gue Xender gue rasa kepanjangan." Rinjani mengangguk sebagai jawaban. Sejujurnya ia memang agak bingung tentang nama panggilan apa yang pas untuk Xender. Jika Rinjani memanggil Xender dengan panggilan Xen, Der, atau Nder ia merasa nama panggilan yang ia berikan itu cukup aneh. Sehingga setiap ia memanggil nama Xender, ia lebih memilih memanggilnya secara lengkap.
"Gue tahu, lo itu sebenarnya cantik." Laki-laki itu mengatakan dengan pandangan lurus ke depan.
"Cuma, lo sekarang lagi nutupin kecantikan lo supaya ngga disukai banyak cowok, iya kan?" lanjutnya lalu menoleh ke arah Rinjani. Setelah itu ia menyungingkan senyum tipis.
"Tapi, sayangnya semua itu percuma. Karena di luar sana udah banyak cowok yang terlanjut suka sama lo, termasuk gue." Lanjutnya lagi dengan menatap Rinjani cukup dalam. Rinjani yang mendengar itu seakan nafasnya tercekat. Jantungnya berdetak lebih cepat untuk kedua kalinya. Saat dulu ia ditembak Bara, ia juga merasakan hal yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRIME LEADER [HIATUS]
Romance📌FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA. 📌INSYAALLAH UPDATE SETIAP SABTU. ❤❤❤ Ini tentang Darren. Darren Andreas. Laki-laki dingin yang terkenal sangat introvert. Kepribadiannya yang selalu menyendiri memb...
![CRIME LEADER [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/211472493-64-k205627.jpg)