Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Terimakasih telah memberikan vote dan komen🙏
Semoga sehat selalu, aamiin😊
🐵
"Minggu kemarin saya sudah menyinggung tentang materi BAB terakhir di semester ini. Ada yang masih ingat apa itu koloid?" tanya guru Kimia kepada seluruh siswa XI MIPA 1. Yang gurunya suka gini ada? Ok fixs, kita sama.
"Saya bu?" balas Rinjani sembari mengangkat tangannya.
"Iya apa Rinjani?"
"Koloid adalah campuran heterogen dari dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran antara 1 hingga 1000 nm terdispersi (terkenal) tersebar dalam medium zat lain. Zat yang terdispersi sebagai partikel disebut fase terdispersi, sedangkan zat yang menjadi medium mendispersikan partikel disebut medium pendispersi," jawab Rinjani lantang. Pasti di kelas kalian juga ada anak modelan kek gini.
"Anjayyy!!" Gara berteriak takjub. Matanya pun juga melotot seperti hendak keluar dari tempatnya. Mendengar teriakan Gara yang sangat tiba-tiba jelas mampu membuat guru mapel Kimia dan seisi kelas pun terlonjak kaget.
"Emmm.. Itu otak?! Apa jaringan Wi-Fi?! Kenceng amat dahhh," cletuk Gara lagi. Sumpah ini ketua kelas apa tukang sate. Lebaynya masyaallah.
BUKK
Sebuah spidol dari tangan guru Kimia melayang mengenai jidat Gara. Rasain! Makan tuh spidol!
"Mulut kamu itu ya! Siapa yang ngajarin? Onjay anjay onjay anjay. Filter dulu mulut kamu! Apa kamu ngga tahu gunanya sekolah untuk apa?"
"Ya tahu lah buuu. Sekolah itu tempat untuk menimba ilmu 'kan?" balas Gara enteng.
"Ngga cuma menimba ilmu! Sekolah juga tempat untuk menjadikan siswa lebih berkarakter. Bukan malah tidur di kelas!" ucap guru Kimia itu lantang setelah melihat kesamping Gara yang mendapati Darren tidur.
Hening
Darren masih terlelap. Ia bahkan tak mendengarkan sindiran dari guru mapel yang sedang mengajar.
"DARRENNNN!!!!!!!" teriak guru kimia itu lagi. Saat ini ia sudah berada tepat di samping Darren. Mendengar teriakan yang sangat dekat itu membuat Darren langsung terbangun.
"Apa bu?" tanya Darren dengan santainya setelah ia mengerjapkan mata beberapa detik.
"Opa apa opa apa! Sekolah itu tempat belajar! Bukan tempat tidur! Kalau mau tidur pulang sana!"
"Oh. Ibu nyuruh saya pulang?" tanya Darren enteng.
"Astaga Darrenn!! Sebal saya tuh sama kamu! Untung kamu ganteng, kalau ngga---"
"Kalau ngga apa bu?" potong Darren menatap bu Ana datar.
"Saya suruh kamu ngapalin tabel periodik!"
"Lah, gimana sih si Ibu. Gini ya ibu Ana yang cantiknya ngalah-ngalahin Elsa Frozen. Mohon maaf nih ya sebelumnya. Ibu itu lagi ngomong sama orang yang salah bu. Suruh ngapalin tabel periodik mah kecil kali buk buat Darren. Ibu ngga tahu ya? Gini-gini Darren masuk sepuluh besar kali di kelas," cerocos Gara membela Darren.
"Oh ya? Masa tiap hari tidur di kelas gini bisa masuk peringkat sepuluh besar. Apalagi ini kelas unggulan. Bohong ya kamu Gara?!" curiga guru mapel Kimia yang dipanggil bu Ana itu.
"Lah ngapain saya bohong bu. Bohong kan dosa!" Ih Gara pinter deh.
"Tumben otak kamu waras. Tapi, kamu benar juga," balas bu Ana sembari mangut-mangut.

KAMU SEDANG MEMBACA
CRIME LEADER [HIATUS]
Romance📌FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA. 📌INSYAALLAH UPDATE SETIAP SABTU. ❤❤❤ Ini tentang Darren. Darren Andreas. Laki-laki dingin yang terkenal sangat introvert. Kepribadiannya yang selalu menyendiri memb...