31. The final term

260 29 300
                                        

300 komen diusahain langsung update

🐵

HARAPTENANG SEDANG ADAUJIAM AKHIR SEMESTER

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HARAP
TENANG
SEDANG ADA
UJIAM AKHIR
SEMESTER

Hening. Satu kata yang mewakili suasana Antariksa di hari Senin ini, sebab SMA ini melangsungkan UAS, atau bisa juga disebut sebagai Ujian Akhir Semester.

Hampir sama seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Ketika sedang melaksanakan UTS maupun UAS, SMA Antariksa ini juga tidak memperbolehkan siapapun masuk ke dalam ruang ujian. Sehingga para siswa diperkenankan untuk belajar di luar ruangan. Nah, setelah bel masuk berbunyi pengawas dan peserta ujian baru boleh masuk ke dalam ruang ujian.

Selain itu setiap kelas juga dibagi menjadi dua ruang. Teman semeja pun juga berasal dari jurusan lain. Misalnya, Rinjani mengambil peminatan MIPA, maka dia nanti akan mendapatkan teman sebangku dari kelas IPS yang juga memiliki absen sama dengannya. Dan ruangan yang dipakai pun juga berbeda dari ruang sebelumnya, dalam kata lain bisa jadi ruangan yang di pakai bukan ruang kelas dari si murid. Malah murid kelas sepuluh pun bisa menempati ruang di kelas sebelas atau bahkan bisa juga di ruang kelas dua belas, ya itu semua tergantung si pembuat denah ruang ujian.


Seorang siswi terpintar di Antariksa baru saja menginjakkan kakinya di koridor kelas dua belas. Sebab letak ruang UAS kelas XI MIPA 1 berada di ruang kelas XII MIPA 1 sehingga mau tak mau ia harus menaiki dua lantai tangga untuk sampai di ruang ujiannya.

"Sisil, tau Darren di mana ngga?" tanya Rinjani kepada teman perempuan sekelasnya yang sedang duduk di kursi panjang depan kelas XII MIPA 1.

"Mana gue tahu, gue kan sekolah buat belajar, bukan buat pacaran," balas perempuan yang bernama Sisil itu setelah melirik kedatangan Rinjani yang berada di sampingnya. Setelah mengucapkan kalimat yang terbilang ketus itu ia langsung kembali fokus membaca buku yang berada di tangannya.

Nyesel banget nanya, batin Rinjani mencoba sabar.

Gadis itu menghembuskan nafas pelan. Ia berjalan pelan tak tahu arah. Lalu pada akhirnya ia memilih berhenti di tembok pembatas lantai tiga yang menghadap langsung dengan taman sekolah di lantai dua. Rinjani mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Rinjani memejamkan mata, ia merentangkan tangan menikmati angin pagi yang menyegarkan. Perlahan ia membuka mata. Pandangannya pun langsung terfokus ke satu titik di bawah sana, tepat di kursi taman itu terdapat seseorang yang sedari tadi dicari olehnya. Tanpa pikir panjang Rinjani langsung berlari menuju taman lantai dua.

"Baaaa...." Rinjani mengageti Darren dari belakang. Mendapat perlakuan seperti itu tentu membuat Darren kaget, namun setelah itu dia kembali memasang wajah datar.

CRIME LEADER [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang