9. Chocolate Milk and Strawberry Bun

704 96 40
                                        

[ Aku yakin kalian mengerti bagaimana menghargai seorang penulis':) ]

Happy Reading ❤

🐵

Tenggggg!!!

Tenggggg!!!!

Tengggggg!!!!!!

Bel istirahatpun berbunyi. Sebelum menemui Darren di UKS Rinjani memilih pergi ke kantin sekolah terlebih dahulu. Rencananya ia akan membeli makanan dan minuman untuk Darren supaya ia tak kelaparan.

Saat ini sekantong makanan dan minuman sudah ada di tangan Rinjani. Lalu ia bergegas meninggalkan kantin dan berjalan ke arah UKS.

Ketika Rinjani memasuki UKS, terlihat Darren masih setia memejamkan mata. Mau tak mau Rinjani memilih membangunkan Darren agar ia mau makan. Sebenarnya niat Rinjani itu baik. Supaya perut Darren tidak kosong, dan terisi makanan. Biar ngga mati kelaperan. Kan ngga lucu kalau ada kabar 'seorang Crime Leader mati karena lupa ngga sarapan'. Hua, humorku anjlok.

"Ren bangun," panggil Rinjani membuat Darren langsung terbangun.

"Apa?" tanya Darren yang masih mengumpulkan nyawa. Lalu ia bergerak menyandarkan badannya.

"Udah istirahat. Makannya aku balik ke sini"

"Ga jelas," ucap Darren datar hingga membuat Rinjani jengkel.

"Kan tadi aku udah bilang, kalau istirahat aku bakal balik lagi," tutur Rinjani masih menahan kesal.

"Terus?"

"Ya ga papa. Cuma pengin nge-cek kondisi kamu aja"

"Lo khawatir?" tanya Darren dengan santainya.

"Siapa juga yang khawatir sama manusia es. GR!" balas Rinjani menatap sebal ke arah Darren.

"Maksud lo?" tanya Darren mengernyitkan dahi.

"Ya kan kamu dingin kaya es. Udah gitu cuek. Heran aku tuh, kok ada sih makhluk bumi modelan gini"

"Penting ganteng," ucap Darren datar.

"Yee apaan, muka kaya vampire gitu aja di bangga-banggain," cletuk Rinjani tak terima.

"Vampire ganteng dong?" tanya Darren sedikit bercanda.

"Ya mana ada yang kayak gitu"

"Ada, buktinya gue," balas Darren santai.

Hening

"Ngga takut darah lo gue sedot?" lanjut Darren membuat Rinjani melotot.

"Ya kali kamu beneran nyedot darahku ren. Emang kamu kata sirup," balas Rinjani sembari memutar bola matanya malas.

"Beneranlah. Sini deketan, gue haus lagi pengin darah," sembari menarik Rinjani agar lebih dekat dengannya.

"Ih apaan sih, darah gue pahit," ucap Rinjani sembari melepas cekalan Darren dan menjauhi laki-laki itu.

"Pas minum sambil lihat muka lo biar manis"

Blush

Selesai mengucapkan kalimat itu Darren seketika terkekeh. Sebab ia telah berhasil membuat pipi Rinjani seketika memerah seperti tomat.

"Pipi lo merah," goda Darren lalu terkekeh.

"Ih paan sih, ngga tuh biasa aja," bantah Rinjani lalu memalingkan muka.

"Ga usah malu," ucap Darren datar.

"Malah gue suka" lanjutnya dengan nada menggoda. Dan mampu membuat Rinjani kembali salah tingkah.

CRIME LEADER [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang