4. BERASA ARTIS TERKENAL

192 7 1
                                        

Hi kalian giman kabarnya?
Semoga dalam keadaan baik ya.
Buat kalian yang udah mau baca cerita aku sampai disini, makasih ya. Aku bener bener apresiasi bgt kalian yang baik mau baca cerita aku, semoga kalian suka. Maaf kalo masih kurang bagus dan typo yang bertebaran

Happy reading✨
.
.
.
.
.
.
.

🌟🌟🌟

"Jijik banget gue sama cowok di kantin tadi." Ujar Agata yang membanting dompetnya diatas meja.

Kalau setiap perempuan waras didekati cowok secara terang-terangan dan dengan gaya yang tidak sesuai keinginannya apalagi gaya yang berlebihan atau alay bisa-bisa membuat si perempuan yang dikejar menjadi ilfeel seperti yang Agata rasakan sekarang. Dia sampai berjalan cepat dari kantin menuju kelas karena tidak mau menjadi tontonan warga sekolah. Tadi dikantin sangat ramai, jadi tidak mungkin tidak ada yang menyaksikan pertunjukan gratis cowok yang merebutkan Agata.

"Kamvungan bingit anjir, gue juga geli Ta walaupun bukan gue yang digituin." Ujar Felicia menanggapi ocehan Agata.

"Kan udah gue bilang, perasaan buruk gue gak pernah meleset." Sekarang Jeslyn yang bersuara karena keras kepala teman-temannya yang tadi kekeh duduk disana.

"DIAM!" Seru Agata dan Felicia bersamaan. Membuat Jeslyn langsung kicep tidak berani bersuara dan refleks menutup bibirnya dengan kedua tangannya.

Memang Jeslyn saking care dengan kedua sahabatnya jadi suka menghasut mereka untuk jangan terlalu dekat dengan makluh berjenis laki-laki apalagi laki-laki buaya. Sudah mencoba melupakan hal tadi, kalau diingat-ingat bikin bulu kuduk berdiri saking horor kejadian tadi.

Mereka kini sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Walaupun mereka duduk bertiga saling berhadapan tetapi melakukan hal yang berbeda. Agata men-scroll aplikasi tiktok yang sedang digandrungi banyak orang begitu juga Felicia yang sibuk dengan instagramnya dan melihat story teman-temannya yang hight sedang ke club malam. Beda dengan Jeslyn, si juara kelas plus juara umum ini sedang mengutak-atik buku fisikanya. Setelah bel istirahat memang ada pelajaran fisika tetapi tidak ada tugas.

"Lyn, udah ya udah. Kasi otak lo istirahat." Felicia berdiri berpindah kebangku belakangnya ditempat duduk Jeslyn.

"Lah ngapa dah?" Tanya Jeslyn bingung.

"Ni gue kenalin ig, aplikasinya seru loh!" Ujar Felicia yang nadanya persis spg kosmetik atau mbak mbak iklan diaplikasi musik yang menawarkan fitur premium.

"Gue punya ig kok Fel, tolong nona Felicia Maharani bisa tinggalkan saya? Saya sedang ada dating." Usir Jeslyn pelan kepada sahabatnya yang suka ngoceh macam Felicia begini sambil mengangkat buku fisikanya.

"Wanjirr dating sama buku aja bangga!" Seru Felicia sambil tertawa keras.

"Udah Lyn belajar aja lo, nanti jangan lupa jelasin ke gue." Ujar Agata dibalas acungan jempol Jeslyn.

"Gak usah lo dengerin si curut ni ngoceh, pawang buaya aja bangga lo!" Lanjut Agata sambil menoyor pelipis Felicia padahal anak itu baru mendaratkan pantatnya dengan mulus di tempat duduknya.

"KDRT lo Ta, awas ya!" Ujar Felicia sambil mengelus pelipisnya yang ditoyor Agata.

Padahal tidak keras, tapi namanya juga Felicia yang berlebihan jadi melebih-lebihkan responnya.

Agata mengabaikan beberapa direct messages yang masuk di instagram pribadinya. Setiap hari ada saja laki-laki yang mengirimkannya pesan. Mulai yang satu sekolah sampai yang dari luar sekolah. Malas membalas karena malas mencari masalah, bahkan yang paling gila ada yang mengajaknya video call. Felicia sampai melirik ponsel Agata yang tiba-tiba dibantingnya keatas meja. Felicia dan Jeslyn saling bertatap benda pipih dengan case lilac itu sambil mengerutkan dahi.

Dari Abby [THE END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang