55. REWIND KENANGAN

157 3 0
                                        

Pagi ini beda dari pagi-pagi biasanya, Agata menata dirinya secantik mungkin karena dia harus menjadi pemandu sorak di tribun GOR saat Abby, kekasihnya tengah tanding. Agata kembali mengingat bagaimana saat sparing, Abby yang mempesona dengan mengguyurkan air kebadannya sehingga kelihatan sangat mempesona bahkan saat menjadi bintang lapangan. Mengingatnya membuat Agata merindukan cowok kulkas yang dingin pada masanya itu.

Agata hari ini akan menuju GOR dengan Anya dan Gentha. Sebenarnya Agata bisa saja naik ojol, tapi Anya melarangnya. Kali ini Anya yang trauma atas kejadiannya tujuh bulan yang lalu.

"Yaampun, anak papa genit banget." ucap Andrea yang melihat Agata turun tangga.

Bukan tanpa alasan Andrea berkata demikian. Karena Agata menggunakan rok sepaha berwarna pink dan crop top berwarna putih dengan rambut dikuncir kuda dan tidak lupa pita senada dengan roknya. Andrea pun sempat merasa putrinya sedang dalam suasana hati yang sangat baik dan kelihatan sangat excited pada satu hal.

"Papa apaan sih, Ata tu bukan genit tapi imuuttttttt..." ucapnya pada sang ayah.

Tas gendong kecil berbentuk kelinci berwarna peach yang kelihatan sangat lucu ditaruh di kursi sebelah tempat Agata duduk.

Andrea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia lanjut membaca kembali berita di tablet yang dia pegang sembari menunggu supirnya selesai membersihkan mobil dan siap untuk berangkat.

"Ata jadi sama Anya berangkat?" tanya Andrea sambil melirik putrinya yang tengah memotong-motong roti panggang pesanannya dari semalam kepada IRT.

"Eheemm." ucapnya singkat.

"Dijemput jam berapa emangnya?" 

"Katanya jam 8."

Andrea melirik jam tangannya, "wah masih lama juga." pikirnya, karena ini masih jam 7.03. Kenapa Agata begitu bersemangat padahal dia tidak sedang turut serta dalam acara DBL seperti biasanya.

"Pa, Agata gak langsung ke GOR. Mau anter kak Gentha ambil barang buat bahan supporter biar rame." kata Agata pada papanya seolah hanya sebagai info saja.

"Oke. Kamu jangan terlalu lompat-lompatnya. Inget baru juga sembuh dan bisa jalan." 

Intinya wejangan ini setiap hari Agata dengarkan dari papanyaa. Ya mau bagaimana lagi, kekhawatiran Andrea memang patut karena kemarin juga itu bukan sesuatu yang mereka pikirkan akan terjadi. 

Walaupun Agata bangun pagi bukan untuk tampil sebagai pemandu sorak SMA Nusantara, tapi dia bangun pagi untuk mempersiapkan diri menjadi pusat perhatian Abby. Kebetulan hari ini sekolah diliburkan untuk menjadi supporter DBL dan katanya absen dilaksanakan disana untuk siswa yang hadir. Jadi maka dari itu Agata sangat bersyukur, ini semua karena gengsi sekolah yang tahun lalu menang, masa iya pemenang tidak bawa cukup supporter kan?

Sepeninggalan Andrea ke kantor Agata menunggu sembari mengambil beberapa foto untuk dikirimkan ke Abby sebagai support system untuk kekasihnya itu. 

Tidak lama, klakson mobil Gentha membuat Agata tersadar. Dengan cepat dirinya keluar rumah dan segera memasuki mobil hitam yang isinya sepajang love bird itu. Anya sempat terkejut dengan outfit Agata yang benar-benar terlihat seperti pemandu sorak walaupun sedang tidak bertugas.

"Totalitas tanpa batas ya mbak." ucap Anya sembari tersenyum manis.

"IYAAA DONG! buat ayang nih."

"Gue cantik gak kak?" tanya Agata dengan pede-nya.

Gentha yang ditanya seperti itu mendapat tatapan dari dua perempuan itu yang penasaran dengan jawaban Gentha. Dalam hati Gentha malas untuk menjawab, tapi kalau tidak dijawab nanti suasananya menjadi awkward

Dari Abby [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang