Chapter 11

141K 11.8K 585
                                        

~ARFAN~

Happy reading

Teng...

Teng...

Teng...

Suara bel istirahat berbunyi, nampak semua siswa berhamburan keluar kelas untuk menuju kantin sekolah.

Saat Fanya dan Raya akan berjalan menuju kantin, tiba-tiba langkah kedua remaja itu terhenti oleh seorang gadis yang memanggil nama Fanya.

"Fan," panggil Audi bersama dengan kedua sahabatnya, menghampiri Fanya.

Ya, gadis itu adalah Audi.

"Lo kemana aja kemarin? Gue tuh kangen tau, Fan, sama lo. Dua hari kita nggak ketemu, rasanya tuh kayak ada yang hilang dari hidup gue," ucapnya basa basi.

"Oh, ya? Sama dong. Gue juga kangen sama lo. Kangen pengen nampol mulut lo!" timpal Fanya geram.

"Ah, elo mah bisa aja deh, Fan," sahut Audi menepuk pelan lengan kiri Fanya.

"Dih! Apaan sih lo, nepuk-nepuk lengan Fanya sembarangan!" ketus Raya menepis tangan Audi.

"Eh, sorry, Fan. Nggak sengaja," ucap Audi menyengirkan giginya.

Fanya memutar bola mata malas. "Terserah lo deh, gue mau ke kantin," ucapnya, lalu meninggalkan Audi begitu saja.

Namun, saat Fanya hendak melangkahkan kakinya, Audi mencekal tangannya, "Eh, Fanya, tunggu dulu. Ada yang mau gue omongin sama lo," cegat Audi.

Fanya berbalik. Menahan geram. "Apa lagi sih?" ketusnya.

"Santai. Gue cuma mau ngasih tau, kalau kemarin gue pulang bareng Vino, terus nanti juga gue pulang bareng Vino lagi. Lo nggak marah, kan?" ucap Audi memanas-panasi Fanya. Terlihat smirk di wajahnya.

Fanya dan Raya saling bertatapan. Menyergit.

"Ngapain lo pulang bareng pacar gue?" timpal Fanya ketus.

"Ya, lo tau sendiri, kan, beberapa hari belakangan ini anak osis lagi sibuk, jadi otomatis kami selalu pulang bareng," jelas Audi membuat Fanya semakin kesal.

"Kenapa lo gak minta jemput supir lo aja? Atau naik taxi, kan bisa!" timpal Fanya.

"Gue gak mau ngerepotin supir gue mulu, Fan," jawab Audi tersenyum licik.

"Heh! Supir kan dibayar, bukan antar jemput suka rela!" timpal Fanya kesal pada Audi. "Gak punya otak emang lo, ya! Nggak mau ngerepotin supir, tapi kok malah ngerepotin cowok orang. Dasar gatal!" lanjut Fanya memaki-maki Audi.

"Tau lo! Emang dasar cewek gatal!" sahut Raya merasa kesal pula pada Audi.

"Eh! Kenapa lo malah ikut-ikutan?" timpal Lita pada Raya. Merasa tak terima jika Audi sahabatnya di bilang 'cewek gatal'.

"He'em! Kenapa lo malah ikut-ikutan juga?" lanjut Ria menegur Raya.

Lita Meliana dan Riana Tanisa, adalah sahabat Audi sejak pertama kali mereka memasuki SMA Airlangga.

"Terserah gue lah! Mulut-mulut gue!" timpal Raya pada Lita dan Ria.

Sedangkan Audi hanya tersenyum licik melihat Fanya yang merasa panas akibat ucapannya. Audi yakin, jika setelah ini Fanya dan Vino pasti akan bertengkar.

ARFAN [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang