~ARFAN~
Happy reading
•
•
•
Senin pagi saat upacara, Fanya yang baris di samping Raya terlihat memegangi perutnya, seperti menahan rasa sakit. Wajahnya terlihat sangat pucat.
"Fan, kenapa?" tanya Raya. Sedikit menunduk melihat wajah Fanya. "Perut lo sakit? Kita ke UKS aja, ya?" lanjutnya mulai tak fokus dengan upacara. Menggandeng tangan Fanya, berusaha membantu sahabatnya.
Fanya menggeleng. "Gue nggak apa-apa, Raya. Mending fokus upacara lagi, nanti kita kena marah," jawab Fanya, berusaha menahan sakit perutnya.
Ia kembali berdiri tegak, namun penglihatannya mulai kabur, lalu tak lama setelah itu Fanya terjatuh. Tak sadarkan diri.
Bruk!
Sontak semua orang yang melihatnya, berteriak panik menyebut nama Fanya.
"Fanya!"
"Fan!"
"Fanya bangun, Fan!"
Teriak Raya dan para siswi lainnya, panik, langsung memapah tubuh Fanya.
Mendengar kegaduhan yang menyebut nama Fanya, membuat Arka yang baris di depan seketika menoleh ke arah sumber suara.
Ia mendekat untuk melihat apa yang terjadi. Betapa terkejut saat ia melihat Fanya yang tak sadarkan diri saat ini.
"Fanya," gumam Arka. Tanpa basa-basi ia langsung menggendong Fanya dengan gagah dan berjalan menuju UKS dengan diikuti oleh Raya.
"Minggir!" ucap Arka pada para siswi yang berkerumun. Panik.
Sepanjang perjalanan menuju UKS yang lumayan jauh dari lapangan upacara, Arka selalu mengucap nama Fanya tanpa menghiraukan Raya yang berada tepat di belakangnya.
Begitu juga dengan Raya, gadis itu tak menghiraukan Arka dan hanya memikirkan keadaan Fanya saat ini.
"Fanya, bangun, Fan," gumam Arka khawatir dengan Fanya. "Kenapa sih lo bisa kayak gini?" lanjutnya, menatap wajah Fanya yang terlihat pucat.
"Fan, bangun dong, Fan." Raya juga menggumam khawatir di belakang. Pasalnya Fanya tidak pernah pingsang saat upacara.
Di sisi lain, Vino yang berstatus sebagai kekasihnya Fanya, ia juga sangat khawatir dengan keadaan kekasihnya itu, namun ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini, karena ia masih bertugas menjadi petugas upacara.
"Fan, kamu kenapa sih, Sayang?" gumam Vino, tidak fokus dengan tugasnya.
***
Kini, Arka yang berada di UKS menemani Fanya bersama dengan Raya. Lelaki itu berdiri tepat di ujung kaki Fanya, nampak ia terlihat sangat khawatir dengan keadaan sang istri. Sembari berpikir. Ada apa dengan Fanya? Mengapa bisa ia pingsan? Padahal, kemarin ia baik-baik saja, bahkan tadi pagi ia juga masih terlihat baik-baik saja.
"Fan, lo kenapa sih? Kok bisa pingsan gini?" tanya Raya khawatir pada Fanya yang masih pingsan, sembari menciumkan aroma minyak kayu putih di hidung Fanya, agar gadis itu bisa cepat sadar.
Cukup lama mereka menunggu Fanya sadar, akhirnya gadis itu terbangun dari pingsannya setelah kurang lebih 6 menit.
"Fanya," gumam Arka dan Raya bersamaan, tersenyum melihat Fanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARFAN [SUDAH TERBIT]
Teen Fiction[Sudah terbit & Part masih lengkap] ARFAN itu singkatan [Arka Fanya] 🎧🎧 Arka zaidan adhinata, adalah siswa baru pindahan dari USA. Ia mempunyai bakat dalam bermain musik DJ. Biasa dipanggil dengan DJ AR. Ia juga dikenal sebagai siswa yang cool di...
![ARFAN [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/258873120-64-k821679.jpg)