[Sudah terbit & Part masih lengkap]
ARFAN itu singkatan [Arka Fanya]
🎧🎧
Arka zaidan adhinata, adalah siswa baru pindahan dari USA. Ia mempunyai bakat dalam bermain musik DJ. Biasa dipanggil dengan DJ AR. Ia juga dikenal sebagai siswa yang cool di...
Saat Arka dan Vino berhasil menemukan Fanya. Sontak Arka dan Vino langsung menghampiri wanita itu, dan melepaskan semua ikatan ditangan dan juga dikakinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Arka. Hiks... Hiks... Hiks..." lirih Fanya ketakutan, memeluk Arka dengan erat.
"Shhtt. Udah, jangan nangis lagi ya, sayang. Aku ada di sini," cicit Arka menenangkan Fanya, mengelus puncak kepala sang istri, lalu menciumnya.
Sedangkan Vino yang melihat kejadian itu, hanya bisa menahan sakit dihatinya. Jujur ia tak sanggup melihat Fanya memeluk erat tubuh Arka. Ingin rasanya Vino berada diposisi Arka.
"Ekhem. Fan, kamu gapapa?" dehem Vino, bertanya pada Fanya. Membuat wanita itu melepaskan pelukannya dari Arka.
"Ak-- G-gue nggak apa-apa kok," jawab Fanya kaku, mengalihkan pandangannya pada Arka sesaat.
"Syukurlah, kalau kamu gapapa," sahut Vino tersenyum pada Fanya. Lalu sesaat senyum Vino menghilang, ketika ia melihat luka diujung bibir dan hidung Fanya.
"Eh, tunggu. Mulut sama hidung kamu..." ucap Vino menggantung, mendekatkan tangannya pada wajah Fanya. Untuk melihat lebih jelas luka diujung bibir sang empu.
Namun, seketika niat Vino terurungkan, saat Arka menepis tangan Vino untuk menjauh dari wajah Fanya. "Gak usah pegang!" ketus Arka pada Vino, yang membuat lelaki itu mendengus kesal.
"Siapa yang udah ngelukain ini ke kamu? Anak buahnya Om Yuda?" tanya Arka, menatap wajah Fanya.
Mendengar pertanyaan dari Arka, membuat Fanya tahu, bahwa lelaki paruh baya yang telah melukainya itu ternyata 'Yuda' namanya. "Om Yuda sama putranya," cicit Fanya pelan, memberitahu siapa yang telah melukainya.
"Putranya? Siapa?" tanya Arka terkejut, sekaligus penasaran.
Prok...
Prok...
Prok...
Suara tepuk tangan yang nyaring, terdengar saat seseorang baru saja memasuki ruangan tersebut.
Seketika Arka dan Vino langsung menoleh ke arah sumber suara. Cahaya yang minim membuat Arka dan Vino sulit untuk melihat wajah lelaki itu. Sedangkan Fanya, wanita itu sudah ketakutan sedari tadi, mencoba untuk bersembunyi dibalik punggung Arka.
"SIAPA LO?" teriak Arka, bertanya. Ia langsung sigap menggenggam tangan Fanya.
"Hai. Kenal sama gue?" balik tanya lelaki itu, tanpa menunjukan wajahnya yang tertutup oleh masker hitam.