~ARFAN~
Happy reading
•
•
•
Waktu semakin cepat berlalu, kini matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Nampak Fanya dan Arka masih berada di perjalanan menuju suatu tempat.
"Fan, malam ini kan malam minggu, gimana kalau kita pergi ke cafe dulu sebelum pulang?" ajak Arka saat menyetir.
"Mau, tapi-" sahut Fanya menggantung.
"Tapi apa?" tanya Arka menyergitkan keningnya, bingung.
"Tapi kita bau keringet, Arka. Dari tadi pagi jalan-jalan, belum pulang sampai sekarang," jawab Fanya. Merasa tidak percaya diri jika harus ke cafe sebelum pulang.
"Iya juga sih. Tapi kalau kita mau pulang dulu nanggung, Fan. Udah deh nggak apa-apa, pakai parfum aja. Pulang dari cafe baru kita mandi-" ujar Arka terhenti. "Berdua. Barengan maksudnya," lanjut lelaki itu menaik turunkan kedua alisnya.
Sontak Fanya langsung mendorong bahu Arka dengan pelan, melempar menatap tajam pada lelaki itu.
"Heh, Mulutnya! Minta di tampol ya?!" timpal Fanya menatap Arka dengan tatapan tajam, bak seorang singa yang ingin menerkam mangsanya.
Melihat Fanya yang kesal denganya, membuat Arka tersenyum kikuk, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Hehehe, nggak kok sayang. Cuma becanda," sahut Arka bergidik ngeri, melihat tatapan Fanya.
"Hm!" Fanya menghela nafas kasar, memutar bola matanya malas.
Saat tiba di sebuah cafe, nampak banyak sekali para remaja dan anak-anak muda tengah nongkrong bersama para sahabatnya ataupun kekasihnya.
Seketika Fanya teringat dengan masa-masa dimana ia dulu masih berpacaran dengan Vino. Nampak terukir senyum tipis di wajah Fanya yang membuat Arka menyergit heran.
"Kamu kenapa? Kok senyum-senyum gitu?" tanya Arka heran, menatap wajah Fanya.
Sontak Fanya tersadar dari lamunannya, "Ha? Nggak apa-apa kok. Cuma keinget waktu aku masih pacaran sama Vino dulu. Hampir setiap sebulan sekali, pas malam minggu, kami nongkrong bareng-bareng, kayak mereka-mereka itu," ucap Fanya tersenyum tanpa sadar membuat Arka mendengus kesal saat nama Vino disebut.
"Oh. Keinget kenangan masa lalu rupanya," ucap Arka malas.
Mendengar nada bicara Arka yang berubah, membuat Fanya tersadar, bahwa lelaki itu kini merasa cemburu saat dirinya mengingat kenangan masa lalu bersama Vino.
"Maaf. Kamu nggak suka ya aku nyebut nama Vino?" gumam Fanya. Langsung menggenggam tangan Arka, dan menatap manik mata lelaki di sampingnya itu.
"Nggak. Siapa bilang? Aku mah biasa aja," elak Arka dengan wajah datarnya.
"Eum. Syukur deh kalau gak marah," sahut Fanya membuat Arka kesal.
"Ha? Cuman gitu?" batin Arka. "Wah! Bener-bener gak peka nih cewek. Udah jelas-jelas gue gak suka kalau dia nyebut nama Vino," lanjutnya menggumam, menatap Fanya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Suhtt, kenapa?" tegur Fanya pada Arka yang terdiam menatapnya heran.
"Em? Nggak apa-apa," sahutnya singkat, lalu memanggil pelayan, memesan makanan dan minuman.
Menit demi menit telah berlalu, terlihat tawa bahagia terukir di wajah Fanya dan Arka. Nampaknya mereka sangat menikmati suasana di cafe malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARFAN [SUDAH TERBIT]
Teen Fiction[Sudah terbit & Part masih lengkap] ARFAN itu singkatan [Arka Fanya] 🎧🎧 Arka zaidan adhinata, adalah siswa baru pindahan dari USA. Ia mempunyai bakat dalam bermain musik DJ. Biasa dipanggil dengan DJ AR. Ia juga dikenal sebagai siswa yang cool di...
![ARFAN [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/258873120-64-k821679.jpg)