Chapter 16

130K 11.9K 452
                                        

~ARFAN~

HAPPY READING

Malam hari, saat di kediaman Mahendra Adhinata. Nampak semua orang kecuali Hendra, tengah berkumpul di meja makan, sembari menyantap makan malam yang telah tersaji di hadapan mereka.

"Fanya, gimana waktu Mami sama Papi nggak di rumah, Arka nakal nggak sama kamu?" tanya Lisa pada menantu kesayangannya itu.

"Nggak kok, Mi," sahut Arka atas pertanyaan Lisa.

Sontak Lisa mendelik atas sahutan putranya itu. "Yang Mami tanya itu Fanya, bukan kamu," timpal Lisa pada Arka.

"Hmm. Kalau Mami nggak percaya, ya udah," ucap lelaki itu pasrah.

"Benar tidak yang dibilang sama Arka?" tanya Lisa pada Fanya.

Sesaat sebelum Fanya menjawab pertanyaan dari Lisa, ia menatap Arka terlebih dahulu.

Terlihat lelaki itu tengah menatap Fanya sembari menggeleng pelan, mengisaratkan agar Fanya tidak memberitahukan yang sebenarnya pada Lisa.

Tatapan Fanya kembali tertuju pada Lisa. Ia tersenyum, lalu menggeleng. "Nggak kok, Mi. Arka nggak nakal. Malah selama Mami sama Papi nggak di rumah, Arka selalu perhatian sama Fanya," ujar gadis itu berbohong agar Arka tidk dimarahi oleh Lisa.

"Serius kamu?" tanya Lisa ragu dengan jawaban menantunya. Ia sangat tahu sifat Arka.

"iya, Mi. Serius," jawab Fanya tersenyum manis pada mertuanya.

Sama seperti Fanya, Arka yang mendengar ucapan sang istri pun, ikut tersenyum lega, karena Fanya tak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada Lisa.

Melihat senyuman Fanya, Lisa menjadi yakin dengan jawaban Fanya. Ia berpikir, tidak mungkin menantunya akan berbohong padanya. "Ya baguslah kalau begitu," sahut Lisa mengangguk, ikut tersenyum lega.

"Tuh, Mi. Dengar sendiri, kan?" celetuk Arka. Membanggakan diri, layaknya yang dibilang oleh Fanya itu benar.

"Iya-iya. Baguslah kalau gitu, Mami sama Papi ikut bahagia kalau kalian selalu akur," sahut Lisa tersenyum bahagia.

"Oh ya, Mi. Ngomong-ngomong Papi mana? Belum pulang?" tanya Arka, menanyakan keberadaan Hendra.

"Belum. Hari ini Papi bilang ada banyak hal yang harus diurusin di kantor, jadi Papi pulangnya agak larut malam," jawab Lisa atas pertanyaan putranya.

Arka mengangguk paham. Lalu mereka melanjutkan makan malam.

***

Saat selesai makan malam, mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Nampak Fanya dan Arka berjalan beriringan menaiki anak tangga.

Tidak disangka, saat di dalam kamar, Arka mengucapkan terima kasih kepada Fanya, untuk yang pertama kalinya.

"Fan," panggil Arka pada Fanya yang tengah bermain ponsel.

"Ya?" sahut Fanya singkat, tanpa menatap Arka.

"Makasih, ya," ucap lelaki itu dengan tulus.

Seketika Fanya mendongak, menatap wajah Arka. "Buat?" tanya Fanya bingung.

Arka menghela napas. Ia duduk di samping Fanya. Menghadap gadis itu. "Makasih buat yang tadi. Karna lo nggak ngasih tau yang sebenernya ke Mami," jelas lelaki itu.

ARFAN [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang