~ARFAN~
Happy reading
•
•
•
"Kenapa mundur-mundur? Takut? Kok sama suami sendiri takut sih?" tanya Arka tersenyum miring, membuat Fanya semakin takut dengan lelaki itu.
"Jangan takut dong, sayang," lanjut Arka membelai wajah Fanya secara perlahan.
"Arka!" teriak Fanya mendorong lelaki yang tengah mabok itu, hingga terjatuh ke lantai.
Seketika Fanya membulatkan matanya, sebab ia tak bermaksud untuk membuat Arka terjatuh ataupun terluka.
"Ma-maaf. G-gue nggak sengaja," ucap Fanya membantu lelaki yang tengah mabok itu untuk berdiri.
"Lepas!" teriak Arka menepis tangan Fanya yang hendak membantunya berdiri. "Maksud lo apa dorong gue? LO MAU BIKIN GUE CELAKA?" amuknya pada gadis di hadapannya.
Fanya menggeleng. Melerai agar Arka tak marah. "Bukan gitu. Maksud gue, cuma-" ucap Fanya menggantung.
"CUMA APA? LO NGGAK SUKA GUE DEKETIN KAYAK TADI, IYA?" teriak Arka, berdiri mendekati Fanya.
"Bukan gitu, Arka. Tapi-" ucap Fanya terpotong, sebab Arka lagi dan lagi menyanggahnya.
"Tapi apa, Fan?! Gue suami lo. Gue punya hak atas diri lo! Kenapa lo gak suka gue deketin?! Sedangkan Vino?! Cowok itu bukan siapa-siapa lo, tapi dia boleh megang tangan lo!" teriak Arka di depan wajah Fanya. Yang membuat sang empu menetekan air mata, karena takut dengan sikap Arka saat ini. Arka memang orang yang kasar, tapi kasarnya Arka malam ini benar-benar berbeda.
"Atau... Kita lakuin aja malam pertama kita sekarang? Supaya Vino gak bisa ngerebut lo dari gue," bisik Arka pelan di telinga Fanya, sembari menampakkan senyum miring di wajahnya.
Plak!
"ARKA! SADAR!" teriak Fanya penampar pipi lelaki itu dengan keras hingga meninggalkan bekas di pipi Arka, agar lelaki itu sadar dengan ucapannya. Namun semua itu percumah dan hanya membuat Arka semakin marah.
Seketika Arka diam memegangi pipinya sembari menatap tajam pada gadis itu.
"Berani lo nampar gue?" tanya Arka tenang pada Fanya.
"Iya gue berani nampar lo! Kenapa? Gak terima lo?!" timpal Fanya menangis.
Arka menggeleng. Tersenyum menatap Fanya. "Nggak apa-apa kok, Sayang. Kalau mau nampar lagi juga silahkan. Yang penting lo akan tetap jadi milik gue seutuhnya malam ini," smirk nya melangkah perlahan mendekati Fanya.
Sontak, ucapan Arka berhasil membuat Fanya membulatkan matanya sempurna. "L-lo mau ngapain? Mundur nggak lo!" ucap Fanya gemetar, berusaha menjauh dari Arka yang semakin menggila.
"Tenang, sayang. Gak usah takut gitu dong," sahut Arka tersenyum licik sembari merangkul pinggang Fanya dengan erat, agar gadis itu tak bisa berkutik. "Gak sakit kok," lanjut, bisik lelaki itu.
"A-arka, lepasin gue. Hiks... Hiks..." lirih Fanya berusaha melepaskan rangkulan Arka yang mengunci dirinya.
"Nggak! Gue nggak akan ngelepasin lo!" ucap Arka serius. Menatap manik mata Fanya.
"A-arka, gue mohon lepasin gue. Hiks... Hiks..." lirihnya menangis sendu. Sungguh Fanya merasa takut, sangat takut.
"Diam!" bentak Arka pada Fanya yang menangis sendu tanpa henti.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARFAN [SUDAH TERBIT]
Novela Juvenil[Sudah terbit & Part masih lengkap] ARFAN itu singkatan [Arka Fanya] 🎧🎧 Arka zaidan adhinata, adalah siswa baru pindahan dari USA. Ia mempunyai bakat dalam bermain musik DJ. Biasa dipanggil dengan DJ AR. Ia juga dikenal sebagai siswa yang cool di...
![ARFAN [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/258873120-64-k821679.jpg)