~ARFAN~
Happy reading
•
•
•
Empat minggu setelah Fanya dan Arka bertemu dengan Raya di toko buku. Kini selama empat minggu itu, Fanya dan Arka di sibukkan dengan home schooling mereka. Begitupun Raya dan yang lainnya, mereka yang bersekolah juga disibukkan dengan ujian untuk menentukan kelulusan, yang telah dilaksanakan minggu kemaren.
Nampak pagi ini Fanya tengah bersandar di atas tempat tidur, mengelus perutnya yang kini semakin membesar. Saat ini usia kandungan Fanya, telah memasuki bulan ketiga.
Ceklek.
Suara pintu kamar terbuka, menampakkan seorang lelaki berpostur badan tinggi, dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu.
"Hai, sayang. Gimana? Udah mendingan belum?" tanya Arka seraya membawa nampan itu dan menghampiri Fanya, yang tengah bersandar menggunakan bantal di atas tempat tidur.
Pagi ini Fanya merasakan morning sickness, hingga ia tak sanggup untuk sarapan di luar bersama yang lainnya.
"Iya, udah mendingan kok," sahut Fanya pelan.
"Yaudah, sekarang ayo makan. Biar aku suapin," ucap Arka, Fanya pun mengangguk.
Perlahan Arka menyuapi Fanya dengan penuh kasih sayang, hingga sampai ke suapan terakhir.
"Habis. Sekarang minum susu," titah Arka memberikan segelas susu yang telah di buat untuk Fanya.
Selesai memakan bubur dan juga meminum susu yang telah dibawakan oleh Arka, lelaki itu kembali turun menuju dapur untuk menaruh nampan yang ia bawa tadi.
"Aku turun bentar, ya? Naruh ini," ucap Arka.
Fanya mengangguk. "Iya," jawabnya.
Tak lama setelah Arka keluar dari kamar, tiba-tiba ponsel Fanya berbunyi menandakan ada telfon masuk. Dengan segera, Fanya meraih ponselnya yang berada di atas nakas.
"Halo. Assalamualaikum, Ray," ucap Fanya mengangkat telfon dari Raya.
"..."
"Wih seru tu pasti. Siapa aja?" tanya Fanya pada gadis yang berada di sebrang ujung telfon itu.
"..."
"Serius? Ya maulah!" jawab Fanya semangat, namun seketika wajahnya menjadi murung dikala mengingat suatu hal.
"Tapi Arka?" lanjut ucap Fanya ragu.
"..."
"Hm, yaudah deh nanti gue coba ngomong dulu."
"Iya Fan, yaudah gue tutup dulu ya teleponnya. Assalamualaikum."
"Iya, Ray. waalaikumsalam."
Tut.
Sambungan telepon dari Raya berakhir.
Terlihat Fanya tersenyum bahagia setelah mendapat telepon dari Raya barusan. "Semoga Arka mau deh," gumamnya.
***
Siang hari saat Fanya dan Arka tengah beristirahat di kamar mereka. Nampak ada yang ingin Fanya bicarakan pada Arka, namun ia terlihat ragu untuk mengatakannya.
"Ehem. Arka," panggil Fanya ragu, dengan berdehem terlebih dahulu.
"Hm. Kenapa, sayang?" sahut Arka yang tengah membaca sebuah dongeng baru miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARFAN [SUDAH TERBIT]
Novela Juvenil[Sudah terbit & Part masih lengkap] ARFAN itu singkatan [Arka Fanya] 🎧🎧 Arka zaidan adhinata, adalah siswa baru pindahan dari USA. Ia mempunyai bakat dalam bermain musik DJ. Biasa dipanggil dengan DJ AR. Ia juga dikenal sebagai siswa yang cool di...
![ARFAN [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/258873120-64-k821679.jpg)