-
"AYO MOVE ON!" pekik Natasha dengan semangat.
"Siapa cowok yang lo suka?" tuding Nathan dengan mata menyipit curiga.
Natasha langsung menoleh dan syok bahwa di dekat pintu kamarnya ada kembarannya.
"A-Athan?"
Nathan segera berjalan menuju ranjang milik Natasha dan bertanya sekali lagi, "Siapa cowok yang lo suka?"
"Bukan siapa-siapa, kok," kikuk Natasha.
"Nggak usah bohong!" tegas Nathan.
"Beneran," jawab Natasha dengan jari di angkat membentuk dua jari, telunjuk dan tengah.
"Gue tau lo bohong. Sekarang cerita ke gue siapa cowok yang lo suka dan kenapa lo mau move on dari dia," tegas Nathan dengan suara yang ia naikkan.
Natasha sampai terkejut di buatnya, "G-gue..."
Belum sampai Natasha menjawab, ia sudah menangis pelan.
Nathan yang tak tega segera membawa Natasha kepelukannya dan membelai rambutnya halus. Nathan diam sampai Natasha berhenti menangis.
"Gue suka sama orang, tapi dianya nggak seiman sama gue. Dia nggak tau kalo gue suka dia, jadi gue bisa ngelupain dia dengan mudah. Lagipula yang nggak seiman nggak akan pernah bisa nyatu," jelas Natasha dengan menunduk.
"Yang nggak seaamiin aja nggak akan nyatu, apalagi yang nggak seiman?" lanjut Natasha lalu tertawa miris.
"Cha? Ayo bilang ke gue siapa cowok itu," bujuk Nathan dengan lembut.
"Lo nggak perlu tau," jawab Natasha singkat.
"Gue perlu tau," tegas Nathan. "Lo itu kembaran gue, gue bisa ngerasain apa yang lo rasain sekarang."
"Temen lo," akhirnya Natasha mengalah.
"Arya?" tanya Nathan hati-hati yang dijawab anggukan oleh Natasha.
"Sejak kapan?" tanya Nathan lagi.
"Apanya?" bingung Natasha.
"Lo sukanya sejak kapan?" sabar Nathan.
"Udah lama, pas MOS kali, lupa." Natasha menjawab dengan nada tak bergairah.
"Huft, emang lo nggak tau iman dia apa?" tanya Nathan.
"Nggak, gue baru tau tadi pas dia nggak ke masjid bareng lo sama yang lain."
"Harusnya gue kasih tau lo dari awal biar ini nggak terjadi," Nathan pun menghela nafas kasar.
"Nggak apa-apa, cinta sama orang itu wajar. Kita juga nggak tau bakal berlabuh di mana. Yang terpenting, lo nggak bodoh hanya karna cinta. Semua udah ada porsinya. Tetap berdo'a sama Allah biar dikasih jalan, tapi kayaknya jalan satu-satunya cuma move on, deh." Nathan terkikik di akhirnya.
"Bisa serius dikit, nggak, sih?" kesal Natasha lalu menabok bahu Nathan pelan.
"Gue ngomong bener, lo nggak akan pindah agama, dan tentunya dia juga," lanjut Nathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins and Friends
Teen Fiction[ON GOING] Menceritakan tentang Nathan dan Natasha, dua anak kembar tak identik. Hari-harinya mereka habiskan hanya untuk berdebat hal-hal yang sepele. Ketika masuk SMA, mereka berdua dipertemukan dengan 4 orang yang kini mereka sebut dengan sahabat...
