EMPAT PULUH DUA

173 19 0
                                        

Manda jengah melihat Riska dan Rian yang terus berdebat. Mana yang didebatkan tidak penting lagi. Masa iya, kucing betina milik Riska yang lahiran tanpa ditemani oleh kucing jantan alias suaminya saja diperdebatkan? Benar-benar membosankan. Apakah tak ada pembahasan yang lebih penting?

"Ribet lo! Gitu aja didebatin," ejek Rian.

"Bodo amat! Gue kesel pokoknya. Masa kucing gue gak ada yang nyemangatin?"

"Lo, kan, ada."

"Emang, ya, semua cowok itu sama aja. Gak kucing gak manusia. Kalo udah dapet enaknya, yaudah ditinggal gitu aja," cetus Riska sinis.

"Tapi gue bukan cowok itu," kilah Rian kesal karena dituduh.

"Halah! Gak usah munafik! Kucing kalo dikasih ikan juga langsung disambar!"

"Lah, yang bilang gue kucing siapa?"

"Lo tau perumpamaan gak, sih? Jangan buat gue kesel, deh!"

"Yang ada lo yang buat gue kesel, Maimunah! Cewek, mah, gak mau sadar diri," cibir Rian.

Riska berdecak kesal, "Pantes lo jomblo. Cewek-cewek mana suka cowok yang kerjaannya ngeledek?"

"Lo berdua mending pacaran sana! Pagi-pagi udah ribut segala. Telinga gue pusing rasain suara lo yang jelek."

"Gak jelas," cibir Riska pelan.

"Lo yang gak jelas. Kucing lahiran gak ditemenin suaminya aja lo debatin. Di mana-mana kucing kalo lahiran ya sendiri, emang pernah lo liat kucing lahiran ditemenin sama suaminya?"

"Pernahlah, gue pernah liat di Tiktok," sanggah Riska karena merasa tak terima dengan ucapan sahabatnya.

"Korban Tiktok ya gini, nih." Saat Manda ingin menjawab lagi, suara dari luar menghentikan.

Ada Diki yang berdiri di depan pintu kelas. Ia memanggil Manda. Manda sebenarnya malas, tetapi karena anak-anak kelas Manda sudah hampir semua masuk, ia jadi tak enak untuk menolak. Lagipula, ia juga sudah malas meladeni Riska yang makin lama makin tak benar itu.

"Wah, kenapa, tuh? Bau-bau ada kabar balikan, nih." Ledek Riska.

"Di Tiktok liat Popo, gak usah kepo!" Pantun Manda lantas berjalan keluar kelas.

"DIH, SENDIRINYA KORBAN TIKTOK JUGA TAPI GAK MAU NGAKU!"

Manda berjalan keluar kelas dengan angkuh. Diki hanya diam saja memperhatikan tingkah mantannya itu.

"Langsung to the point aja, lo mau apa?" Tanya Manda.

"Gue mau balikan sama lo."

"Oh, gue gak mau." Saat Manda ingin berbalik menuju kelas lagi, Diki memegang pergelangan tangan Manda.

"Lepas!" Ketus Manda lantas menghempaskan tangan Diki.

"Gue masih suka sama lo. Dan lo masih suka, kan, sama gue? Makanya, ayo balikan!"

"Percaya diri amat lo, pakek bilang gue masih suka sama lo, haha," Manda tertawa hambar. "Gue bilangin sekali lagi, gue udah ada pacar! Stop buat ajak gue balikan!"

"Ck! Tapi gue masih suka lo!" Ngeyel Diki.

"Ya itu, sih, resiko. Lo terimalah. Siapa yang mutusin, siapa juga yang ngajak balikan. Dasar tai babi!" Sengit Manda.

"Gak inget lo, siapa dulu yang bilang kalo gue cuma pelampiasan lo doang? Pura-pura amnesia atau amnesia beneran?" Ledek Manda.

The Twins and FriendsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang