"Kenapa lo?" tanya Nathan ketika Natasha tiba di rumah, ia melihat kembarannya itu dipapah oleh Bayu.
Natasha menunduk, tak berani menatap Nathan. Dengan pelan ia menjawab. "Gak apa-apa."
Nathan diam memandangi wajah dan kaki Natasha. Lalu berganti memandangi wajah Bayu yang stay cool. Seolah mengerti tatapan Nathan, Bayu berkata hal yang dialami Natasha.
"Tadi jatuh pas turun dari motor. Sorry, dia kayaknya kepleset." ungkap Bayu.
Nathan tetap diam, tak lama ia berjalan pelan menuju Natasha dan memapahnya. Bayu yang melihat, membantu Nathan membantu Natasha untuk dibawa ke dalam rumah.
Setelah mendudukkan Nathan di ruang tamu, Nathan keluar. Bayu mengerutkan keningnya bingung.
"Gue pulang dulu, semoga cepet sembuh." Pesan Bayu pada Natasha, lalu laki-laki itu berjalan keluar rumah.
Natasha mengangguk pelan. Lalu berkata yang mungkin tidak di dengar oleh Bayu. "Makasih tumpangannya, Kak."
Sampainya di luar, Bayu melihat Nathan melihat-lihat di sekitar motor Bayu. Bayu lalu menghampiri Nathan yang terlihat bingung.
"Kenapa?"
Nathan berbalik. "Eh, gak apa-apa, Bang. Gue cuma ngecek motor lo, siapa tau ada yang lecet."
Bayu menghela napas. "Gue gak jatuh atau nabrak bareng motor. Motor gue gak apa-apa. Kembaran lo, tuh, yang apa-apa."
"Cuma mengantisipasi aja, sih, Bang. Btw, thank's, ya, udah nganterin kembaran gue tadi."
Bayu mengangguk. "Sekali-lagi gue minta maaf."
"Gak apa-apa, Bang. Btw, main PSnya diganti kapan-kapan aja, ya." ucap Nathan.
Bayu mengangguk lalu berjalan ke arah motornya dan mengendarainya pelan. Sebelum benar-benar pergi, Bayu membunyikan klakson di motornya.
Nathan mengangguk dan mengacungkan jempolnya seraya tersenyum seperti tidak ada beban. Setelah melihat kepergian Bayu, senyum Nathan seketika luntur. Ia berbalik menuju ruang tamu untuk menemui Natasha.
Nathan mengernyit ketika tidak melihat Natasha berada di ruang tamu. "CHA! ACHA!"
Teriakan Nathan membuat Natasha yang ada di dapur kaget. "DAPUR!"
Nathan berjalan mengikuti arahan dari Natasha. Ia melihat kembarannya itu tengah mengompres kakinya dengan air dingin.
"Kenapa bisa jatuh?" tanya Nathan seraya merebut kompresan dari tangan Natasha dan berganti mengompres kaki Natasha dengan tangannya.
"Kepleset."
"Lo ceroboh, sih, nyusahin! Turun dari motor aja gak becus!" ketus Nathan.
Natasha cemberut. "Kan, gak sengaja. Gue mana tau kalo mau kepleset."
"Lain kali hati-hati! Harus waspada biar gak keulang."
"Gue juga gak tau kalo mau jatuh, oon! Kok, lo jadi nyalahin gue? Ini itu terjadi karena ketidaksengajaan, bisa juga karna kebetulan." jelas Natasha.
Nathan mendongak. "Lo bisa merubah 'ketidaksengajaan' itu menjadi 'gak terjadi' kalo lo hati-hati."
Wajah Natasha memerah menahan amarah yang akan meluap. Ia memukul tangan kembarannya yang sedang mengompres kakinya dengan pelan. "Bacot lo! Gak usah sok bijak! Emang lo kalo jatuh itu namanya bukan karna gak sengaja?!"
Nathan menggeleng. "Itu karna takdir."
"Bodo amat, gue gak peduli. Kembaran kek lo harusnya musnah dari bumi, nyusahin!" semprot Natasha.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins and Friends
Teen Fiction[ON GOING] Menceritakan tentang Nathan dan Natasha, dua anak kembar tak identik. Hari-harinya mereka habiskan hanya untuk berdebat hal-hal yang sepele. Ketika masuk SMA, mereka berdua dipertemukan dengan 4 orang yang kini mereka sebut dengan sahabat...
