DUA PULUH LIMA

190 29 0
                                        

-

Senin pagi.

"SILAHKAN SEMUANYA BERBARIS DI LAPANGAN, SAYA TUNGGU SAMPAI 10 MENIT. YANG DATANG DI LUAR WAKTU YANG TELAH SAYA TENTUKAN, HARUS SIAP MENERIMA HUKUMAN!" teriak sang ketua osis SMA Garuda.

"Ck! Bacot banget, sih, tuh ketos!" decak Mutiara sebal.

"Sabar, Mut, masih pagi," ucap Natasha.

"Hmm."

"Arika mana, ya?" tanya Mutiara setelah mereka berdua sudah baris di barisan kelas mereka.

"Nggak tau, kesiangan kali. Tapi biasanya dia gercep, kok, berangkatnya," balas Natasha heran.

"Bener juga, yaudahlah. Nanti juga bakal dateng," ucap Mutiara pasrah.

"Heem."

Saat acara upacara sudah sampai di tengah-tengah kegiatan, tiba-tiba ada dua orang murid yang datang.

Mereka berdua langsung menjadi bahan perhatian oleh murid-murid yang sedang upacara. Tak jarang dari mereka ada yang berbisik.

"Kalian kenapa kok baru datang?" tanya kepsek SMA Garuda menggunakan mic.

Natasha dan Mutiara yang mendengar itu seketika langsung menolehkan pandangan ke arah dua murid tersebut.

Arika dan Alvin. Dua manusia yang terlambat tadi tampak saling lirik-lirikan. Mereka berdua seakan-akan berbicara lewat tatapan mata mereka.

"Kenapa diam?" tanya kepsek lagi.

"Maaf, Pak botak, saya tadi kesiangan, jadi tidak bisa datang tepat waktu. Salahkan alarm saya yang telat berbunyi, Pak." Jawaban Alvin mengundang gelak tawa dari para murid lainnya. Tak terkecuali Arika yang ada di sampingnya, ia tengah menahan tawanya dengan cara menggigit bibir bagian bawahnya.

"Alarm-mu tidak salah, yang salah itu pemilik dari alarm tersebut," balas kepsek dengan kesal.

"Tapi alarm-nya bukan punya saya, Pak, tapi hasil nyolong." Lagi-lagi balasan dari Alvin membuat semuanya tertawa sampai-sampai kepsek menggelengkan kepalanya heran.

"Sudahi omong kosongmu, silahkan berbaris dibarisanmu!" Titah kepsek.

"Kepsek emang nonton tikt*k, ya?" gumam Arika pelan.

"Lo kira cuma lo doang yang boleh nonton tikt*k?" balas Alvin dengan berbisik.

Saat keduanya akan berjalan menuju barisan kelasnya masing-masing, kepsek kembali bersuara di mic.

"Heh, kamu yang cewek! Kamu belum memberikan alasanmu kenapa datang terlambat," celetuk kepsek yang membuat Arika mendengus pelan.

"Ish! Alasan saya sama kayak Alvin, Pak. Tapi bedanya hanya alasan aja yang sama, perasaannya nggak." Jawab Arika kesal.

"Ngomong apaan, dah, lo!" geli Alvin.

"Dasar cewek!" cibir kepsek pelan tetapi masih di dengar yang lain karena di depannya masih ada mic yang menyala.

"Memangnya istri bapak bukan cewek?" tanya Arika.

"Bukan, istri saya wanita. Cepat berbaris di barisanmu, kalian ini sudah menyita waktu upacara, tidak ada sopan-santunnya pula." Gerutu kepsek kesal.

The Twins and FriendsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang