Part 34

345 18 4
                                        

Keyra berjalan bersama mamanya menuju aula yang biasa dibuat untuk sarapan pagi pasien-pasien disana.Keyra menggandeng tangan mamanya dengan erat, senyuman tidak luput dari bibirnya.

"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi aku merasa bahagia melihat kamu tersenyum seperti itu"Ujar Mama Keyra sambil menatap Keyra yang sedang menggandeng tangannya, Keyra hampir dibuat menangis atas ucapan mamanya barusan.

Hanya sempat berkaca-kaca tidak sampai menetes air matanya karena ia tahan dia tidak mau membuat mamanya ikut sedih.

Keyra ikut makan bersama pasien lain, dia juga bercanda dengan pasien lain.Saat sarapan pasien tidak akan berubah menjadi gila karena tidak ada faktor yang membuatnya tiba-tiba berulah, jadi Keyra aman.

Tenang saja Keyra bukan menumpang, dia bayar kok hahahaha.

Setelah makan Keyra menemui dokter yang menangani mamanya. dan menanyakan soal mamanya.

"Mbak Keyra?"Tanya Dokternya dengan senyuman sambil membuka buku data pasien.

"Iya dok, anaknya ibu Lina"Jawab Keyra dengan sopan

"Saya kepisah dari mama dok, jadi tidak tahu mama bisa sampai masuk sini. Kalau boleh tahu mama kenapa ya kok bisa masuk sini?"Tanya Keyra dengan hati-hati dan sudah menyiapkan raga dan jiwanya mendengar jawaban dari dokter itu.

"Mamanya terkena amnesia, karena benturan di kepala nya merusak saraf otaknya. Amnesianya hanya sementara, jika dibantu untuk mengingat oleh pihak keluarga akan lebih cepat teringat"Jawab dokter itu menjelaskan penyakit yang diderita mamanya

Batu yang menimpa Keyra serasa bertambah satu lagi sangat besar karena jawaban dokter itu.Dia sudah menyiapkan raga dan jiwa supaya tidak terkejut tapi sama saja.

"Amnesia kenapa dirawat di rumah sakit jiwa?"Tanya Keyra

"Kemarin saya dengar cerita dari susternya, Ibu Lina mendengar Mbak Keyra menyebut nama panjang Keyra Edelsteen ibu tiba-tiba marah-marah ya?"Tanya dokter itu, Keyra menganggukkan kepalanya dan menjawabnya "Iya dok"

"Iya karena itu, diamankan di Rumah sakit jiwa. Takutnya nanti kalau di rawat biasa bisa membahayakan anggota keluarga"

Keyra mengangguk paham, "Kalau semisal, mama saya bawa pergi tapi tetap saya rawat melalui dokter lain bagaimana dok?"

Dokter itu terlihat berpikir, "Kalau saya sebenarnya tidak apaapa karena Ibu Lina ini penyakitnya tidak terlalu parah hanya saja ya kumat nya itu tadi. Kalau Mbak Keyra sanggup ya boleh-boleh saja"

"Memang mau Mbak Keyra bawa kemana?"Tanya dokter itu

"Ke Belanda dok, rumah nenek"Jawab Keyra dengan sopan sambil tersenyum

"Pantas saja wajahnya bule" ujar dokter itu sambil tertawa dan Keyra juga tertawa karena gurauannya.

"Ya sudah kalau begitu, nanti kalau memang jadi dibawa ke Belanda akan saya kasih resep dan juga tuntunan dari suster bagaimana merawat ibunya ya"

"Terima kasih banyak dok, saya permisi dulu"

Keyra keluar dari ruangan dokter itu, menutup pintunya dengan hati-hati.Masih berdiri ditempat yang sama, yaitu di depan pintu Keyra memikirkan soal mamanya.

Dia berjalan menuju taman rumah sakit itu, dan melihat mamanya sedang duduk santai di kursi taman.

"Ma"Panggil Keyra dengan lembut dan ikut mengambil duduk di sampingnya
Mama Keyra menoleh sambil tersenyum.

"Aku akan membuat mama ingat semua kenangan indah mama dulu ya"Ujar Keyra sambil menggenggam tangan mamanya menahan tangisnya.

Dadanya terasa sesak saat mengucapkan perkataan yang menyakitkan itu.
Dia kemana saja sampai mamanya jadi seperti ini.Sungguh anak tidak tahu diri.Dia merasa sangat bersalah terhadap mamanya.

Take Me Home || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang