6. Nasihat bijak Bayu

2.3K 186 7
                                        

Happy reading!

Akhirnya setelah beberapa menit dalam perjalanan, mobil sport itu sudah sampai di halaman rumah mewah. Kiara bergegas keluar dari dalam mobil dengan sedikit tergesa-gesa. Gadis cantik itu mendahului Kakak tiri yang masih berada di dalam mobil, sebegitu takutnya Kiara kalau sang ayah marah lagi.

Bayu turun dari dalam mobil, melihat sang adik tiri yang sedikit tergesa-gesa keluar dari dalam mobil. Cowok itu menggelengkan kepala, lalu berjalan menuju ke dalam rumah.

"Assalamualaikum, Pa." Kiara tak lupa mengucap salam ketika sampai di depan pintu.

"Wa'alaikumsalam. Kamu pulangnya bareng Bayu?" tanya Deo, kala melihat putri bungsunya pulang bersama anak tirinya.

"Iya, Pa. Ara pulangnya bareng aku, emangnya kenapa?"

Pertanyaan dari Deo, dibalas pertanyaan dari anak tirinya, Bayu. Sedangkan Kiara terlihat gugup saat tatapan ayahnya yang sedang serius, menatap dirinya dan Bayu.

"Oh ... it's okay, gak masalah kok," jawab Deo tersenyum canggung.

"Oh." Bayu mengangguk saja. Tatapan cowok itu menatap tak suka kepada ayah tirinya.

Kenapa Bayu tak menyukai ayah tirinya itu? Bukan tanpa alasan Bayu tiba-tiba membenci ayah tirinya. Ia tak suka kalau Deo menyakiti Kiara. Padahal Kiara tak mempunyai masalah apapun, hanya karena perjodohan ini semuanya jadi berantakan.

Padahal semuanya bisa dibicarakan secara baik-baik. Asalkan tidak dengan emosi. Kalau menjodohkan anak dengan cara seperti ini, yang ada malah mendapatkan penolakan dari sang anak.

Deo menghela napas, lalu tersenyum menanggapi ucapan dari anak tirinya itu. Deo khawatir saat putri bungsunya belum pulang sekolah. Untungnya, Bayu yang menjemput Kiara pulang sekolah. Deo masih peduli? Tapi kepeduliannya terhadap putri bungsunya tidak ditunjukkan secara langsung.

"Ara. Bersiaplah kalau besok lusa, kamu akan bertemu dengan keluarga Adiwijaya," pesan Deo singkat, padat dan jelas.

Kiara hanya mengangguk pasrah, ia tak tahu harus berbuat seperti apalagi. Menghindar dari perjodohan ini juga percuma, kalau ujung-ujungnya ia akan kalah dan harus menerima perjodohan ini.

"Iya, Pa."

Sang ayah membelai lembut surai panjang milik Kiara. Akhirnya, putri bungsunya mau menerima perjodohan ini.

Bayu yang sedari tadi menyimak pembicaraan antara ayah tiri dan adik tirinya itu, hanya memasang wajah datar. Bahkan ia belum bisa menerima kenyataan, kalau sebentar lagi ia akan ditinggal nikah oleh adik tirinya.

Sepertinya, pemuda itu memiliki perasaan lebih terhadap adik tirinya itu. Ck, mulai sekarang Bayu harus belajar mengikhlaskan adik tirinya menikah dengan pria lain.

"Papa ke atas dulu," kata Deo di bibirnya terpatri senyuman.

"Iya, Pa." Kiara menghela napasnya, setelah melihat punggung belakang sang ayah yang mulai menjauh dari pandangannya.

Kiara berjalan mendekati Bayu-- Kakak tiri yang sedang duduk di sofa.

"Selamat, ya. Sebentar lagi adikku ini akan menikah," ucap Bayu memulai pembicaraan tersebut.

"Kak ...," lirih Kiara dengan tatapan sendu.

"Jangan sedih, mungkin ini yang terbaik buat kamu." Bayu berusaha menenangkan adik tirinya. Bayu jadi tidak tega melihat tatapan sendu Kiara.

"Tapi, Kak--" baru saja ingin menjawab ucapan dari Kakak tiri, tiba-tiba saja Bayu memotong cepat ucapan dari Kiara.

"Tapi apa, Ra?" tanya Bayu menoleh ke arah Kiara yang sedang memasang wajah sendunya.

"Ingat ya, Ra. Ketika kita belum kenal sama sekali dengan seseorang, apa yang akan kita lakukan? Pasti berkenalan dengan orang tersebut, 'kan? Gak mungkin dong, kita langsung akrab. Begitu juga dengan perjodohan kalian ini, ada masanya kalian mengenal satu sama lain setelah melewati masa-masa pernikahan."

Ucapan plus nasihat bijak dari Bayu, seakan membuat Kiara bergeming. Gadis cantik itu mencerna setiap perkataan demi perkataan dari Bayu yang benar adanya.

Kiara mengangguk mengerti mendengar ucapan dari Bayu. Bayu selain ganteng, perhatian, ia juga bijak dalam menasihati seseorang.

"Makasih ya, Kak," ucap Kiara tersenyum.

Bayu menaikkan satu alisnya. "Makasih buat apa?"

"Makasih buat nasihat bijaknya, Kak," sahut Kiara memainkan ujung rambutnya.

Cowok itu mengangguk dan mengacak rambut panjang Kiara.

"Ok, Kiara."

TBC ....

Married With CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang