12. Keegoisan Bara 1

3.6K 166 5
                                        

Happy reading:')

Kiara dan Bara sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah baru hadiah dari kedua orangtua Bara.

"Ya, sudah Ma, Pa. Bara sama Kiara pamit dulu," kata Bara berpamitan sebelum keluar dari rumah mewah itu.

"Iya, Bar. Kalian berdua hati-hati di jalan," pesan Desika kepada putra sulungnya.

"Ara juga pamit, Ma." Kiara tersenyum ke arah sang Mama mertua.

Desika pun memeluk Kiara dengan erat, seperti tak mau ditinggal pergi sama menantu. Kiara juga membalas pelukan hangat dari Desika-- Mama mertua. Kiara merasa senang dengan sang mertua yang begitu baik kepadanya.

"Bara, kamu harus jagain menantu kesayangan Mama!" pinta Desika menatap Bara dengan tatapan tajam.

"Iya-iya, Ma." jawab Bara memutar bola mata malas.

'Sekalian jagain pake bodyguard,' lanjut batin Bara.

Bara dan Kiara berjalan menuju ke arah di mana mobil sudah ada di halaman rumah. Para bodyguard juga  memasukkan koper dari pasutri itu di bagasi.

Di perjalanan menuju ke rumah barunya itu, Kiara tak hentinya tersenyum sembari melihat pemandangan luar jendela mobil. Bara fokus menyetir mobil, sesekali melirik ke arah Kiara yang sedang tersenyum itu.

Selang beberapa menit dalam perjalanan, mereka berdua akhirnya sampai di rumah baru itu. Kedatangan Bara dan Kiara disambut oleh para bodyguard yang sudah disiapkan untuk berjaga di rumah mewah itu.

Bara dan Kiara pun turun dari dalam mobil, secara bersamaan. Bodyguard pribadi mereka dengan cepat mengambil koper besar milik pasutri itu. Mereka berdua memasuki rumah mewah pemberian kado hadiah pernikahan dari kedua orangtua Bara.

Pintu besar itu terbuka lebar. Terlihat jelas dari interior design rumah itu sangat mewah dan elegan. Para maid juga menyambut kedatangan dari Tuan dan Nona mereka.

"Selamat datang Tuan dan Nona," sapa maid itu dengan menunduk sopan terhadap majikannya.

Bara hanya berdehem sebagai jawaban. Sedangkan Kiara, ia pun tersenyum simpul kepada maid tersebut. Kiara merasa senang ternyata maid dan bodyguard di sini begitu baik kepadanya. Kalau ini hanya mimpi di siang bolong, tolong buat seseorang membangunkan ia dari tidur indahnya ini.

"Kiara!" panggil Bara kepada sang istri yang sedari tadi melamun.

Suara bariton dari Bara menyadarkan lamunan Kiara. Ternyata ini semua nyata.

"Melamun terus," gumam Bara merasa kesal dengan sikap polos Kiara.

"Ternyata ini bukan mimpi," ucap Kiara pelan, menatap setiap sudut ruangan itu.

"Ini nyata, Kiara. Kita juga sudah menikah!" sahut Bara tegas.

Kiara tersenyum canggung, sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Iya, hehehe."

'Dasar gadis kecil menyebalkan,' batin Bara menggerutu kesal.

Pasutri itu menaiki tangga satu persatu menuju ke lantai dua. Tepatnya di kamar.

"Oh, ya. Peraturan pertama untuk kamu adalah, kita tidak boleh sekamar. Peraturan kedua, kamu harus menuruti perintah dan keinginan dari pihak pertama yaitu, aku. Dan terakhir, peraturan ketiga kamu tidak boleh dekat sama cowok saat di sekolah. Paham?"

Jujur saja Kiara merasa di pihak yang dirugikan. Baru sehari menjadi seorang istri, ia harus mematuhi peraturan dari sang suami yang kelewat batas. Tanpa membantah peraturan dari Bara, akhirnya Kiara mengangguk mengerti. "Paham, Tuan."

"Good." Bara tersenyum tipis.

Bukan tanpa sebab, Bara memberlakukan peraturan itu kepada Kiara. Ia hanya ingin istri kecilnya itu mengerti dan menuruti perintah darinya. Bahkan, Bara tak mau sekamar dengan Kiara karena ia tak mau melakukan hal itu sebelum istri kecilnya lulus sekolah.

"Kamar kamu ada di sebelah sana," ucap Bara menunjukkan kamar untuk Kiara-- sang istri.

Kiara mengangguk mengerti. "Terima kasih."

Kiara perlahan membuka pintu kamar tidur yang sudah ditunjukkan oleh Bara. Betapa terkejutnya Kiara saat melihat isi kamar untuknya yang sudah disediakan. Dari cat yang mendominasi warna pink dan putih, membuat ia betah berlama di kamar.

"Humm ... empuk banget sih," gumam Kiara tersenyum, sembari menatap langit kamar.

Tak berapa lama, Kiara terlelap dalam tidur.

Dilain tempat, waktu yang sama. Tepat di kamar Bara sedang sibuk dengan ponselnya sedari tadi. Ia justru asyik telepon dengan sang kekasih. Oh, ya, Bara juga belum memutuskan hubungan ia dan kekasih tanpa sepengetahuan dari sang Mama.

Bara benar-benar egois dalam pernikahan ini!

Pria itu bergegas keluar dari dalam kamarnya dengan sedikit tergesa-gesa. Sebegitu pentingnya pertemuan Bara bersama sang kekasih?

"Oh, ya, Bi. Jangan lupa bawa makanan ke kamar Kiara," perintah Bara kepada maid.

"Siap, Tuan." Maid itupun menunduk sopan kala Bara berjalan melewatinya.

Bara pun segera pergi meninggalkan pekarangan rumah mewah itu. Mobil sport itu melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang sedang ramai dengan pengendara lain.

 Mobil sport itu melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang sedang ramai dengan pengendara lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

✨ Kiara Selena Wells ✨

Jangan lupa pakai masker ya, guys! Saat keluar rumah 😅👍

Jangan lupa pakai masker ya, guys! Saat keluar rumah 😅👍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


✨ Bara Carel Adiwijaya ✨

✨ Bara Carel Adiwijaya ✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

✨ Naura Anderson ✨

Kekasih Bara.

Married With CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang