13. Keegoisan Bara 2

3K 158 5
                                        

Harap dikondisikan emosinya di part ini:)
Attention part pendek!

Happy reading guys!

Sesampainya Bara di tempat mereka berdua ketemuan di sebuah cafe. Pria itu melangkahkan kakinya menuju ke dalam cafe yang sudah ada seorang cewek dengan make-up tebal dan memakai baju lumayan seksi.

"Hay sayang," sapa Naura-- kekasih Bara dengan nada manja.

Bara hanya tersenyum menanggapi sapaan dari sang kekasih. Mereka berdua pun berpelukan cukup lama, melepas rindu selama mereka berdua tidak bertemu beberapa hari.

Pelukan itu terurai, lalu Bara mengecup pelan pucuk kepala sang kekasih.

"Aku kangen banget sama kamu," ucap Naura dengan bergelayut manja di lengan Bara.

"Aku juga," balas Bara singkat.

Pelayan pun datang menghampiri kedua sejoli tersebut.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Bara kepada Naura.

"Aku mau pesan, spaghetti bolognese sama minumnya lemon tea."

Bara mengangguk kemudian menutup menu makanan. "Oh, ya. Saya pesan spaghetti bolognese sama minumnya lemon tea, samain aja."

Pelayan itupun mengangguk mengerti, lalu berlalu pergi untuk mengambil pesanan dari kedua sejoli itu.

Selang beberapa menit pesanan mereka pun datang.

"Selamat menikmati." Pelayan cewek itu tersenyum simpul, sembari menyodorkan makanan dan minuman dihadapan kedua sejoli itu. Kemudian, pelayan cewek itu berlalu pergi.

"Sayang, kamu ke mana aja sih, kok gak ada kabar?" tanya Naura disela-sela makan.

Seketika Bara berhenti menyuapkan makanan ke mulutnya, menatap sang kekasih dengan tatapan datar. Ia pun menghela napas, jujur saja pria itu belum bisa berkata yang sebenarnya kepada kekasihnya itu. Kalau ia sudah menikah dengan gadis pilihan dari kedua orangtuanya.

"Gak papa kok, sayang. Kemarin itu aku lagi sibuk banget," jawab Bara berbohong, ia belum siap untuk jujur sekarang.

"Oh ... gitu, ya?" Naura mengangguk, walau ia belum yakin dengan jawaban sang kekasih.

"Yang penting aku sudah nyempetin waktu sama kamu hari ini," ujar Bara membelai lembut surai pendek sang kekasih.

"Mmm ... makasih sayang." Naura tersenyum, lalu memeluk Bara dari samping.

Kedua sejoli itu larut dalam pertemuan romantis tersebut. Sampai Bara lupa dengan Kiara-- sang istri, ia juga mulai egois dalam pernikahan mereka tanpa memikirkan bagaimana perasaan Kiara.

TBC ....
🥰✨😅 Pendek sekali, sorry:(

Married With CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang