Chapter 5 - Sehari Bersama Rama

115 90 321
                                        

Selamat datang.

Kembali lagi di lapak Irama Cinta.

Jangan lupa pencet bintang dipojok kiri bawah, ya.

Dengerin mulmed dulu sebelum baca.

Play List Kamu || Taruh ~ Nadin Amizah

Ku sudah tahu dari awal
Mencintai bukan perkara kebal
Jauh dari kata mudah dan asal
Kupelajari sedari kecil

Happy Reading.

🍁🍁🍁
Setiap orang, pasti pernah berhasil menciptakan peristiwa yang terekam dalam kepala. Entah itu dalam wujud luka, maupun bahagia.
🍁🍁🍁

Akhir pekan, Cinta bangun lebih awal dari biasanya. Cinta yang hari libur sering bangun kesiangan, kini mendadak bangun dini hari dan langsung membantu pekerjaan ibunya di dapur.

Sesekali, adiknya Melody, membantu Cinta bersih-bersih rumah. Sungguh, adik yang bisa diandalkan.

"Tumben bangun pagi mau ke mana?" Hilda menatap heran putrinya. Biasanya jam segini dia masih melihat Cinta bergelung dengan kasurnya.

"Iya, Bunda, ada urusan."

"Urusan apa?" Hilda menatap penuh selidik, selama ini Cinta jarang sekali keluar rumah. Paling jauh hanya di minimarket. Itu saja disuruh oleh Hilda.

"Kerja kelompok, Bunda ..., sama Tiya juga, kok." Dalam hati, Cinta mengeluarkan serapah. Lagi-lagi nama Tiya selalu menjadi alasannya.

Cinta memakai sweater rajut berwarna biru muda dipadukan dengan celana jeans, serta memakai sepatu sneakers berwarna putih. Kemudian, mengambil tas ransel mini berwarna cokelat muda.

Kakinya melangkah ke halte, Cinta menunggu bus kota langganannya. Sampai bus yang dia tunggu datang, Cinta langsung mengambil posisi.

Selang sepuluh menit, Cinta turun dari bus. Dia melangkahkan kakinya ke toko buku terdekat. Matanya melirik tiap rak yang ada di sana, mencari buku yang dia cari.

"Bukunya yang kayak gimana, ya?"

Tangan Cinta meraba-raba buku di sana, dia harus mencari buku panduan yang pas untuk mahir bermain gitar. Ya meskipun Cinta belum punya gitarnya, setidaknya dia sudah paham teknik-tekniknya.

Dia sendiri juga tidak bisa mengandalkan Ravish saja. Kemarin saja waktu di sekolah---saat Ravish mengajarinya bermain gitar, Cinta terkena ejekan dari Ravish terus. Bukan hanya ilmu yang Cinta dapatkan, tetapi juga ocehan dan penyakit hati.

Mata Cinta berbinar, saat matanya menangkap sesuatu. 'Teknik Cepat Bermain Gitar' itulah buku yang saat ini Cinta perlukan.

Tangannya terulur mengambil itu. Senyum sumringah terlihat jelas di wajah Cinta. Dari sini, dari buku teknik inilah Cinta akan memulai mimpinya. Jika suatu hari Cinta sudah mahir bermain gitar, maka dia bisa menciptakan melodi sendiri dan bernyanyi dengan musiknya. Menjadi musisi terkenal, sudah menjadi impian Cinta dari dulu, lebih tepatnya sejak mendengar ayahnya bernyanyi.

"Buku yang bagus."

Mendengar suara yang cukup familier diingatannya, Cinta refleks membalikkan badan, dia tersentak melihat Rama yang tengah berdiri di hadapannya.

Irama CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang