Chapter 3 - Cinta dan Cita-Citanya

133 90 251
                                        

Lama ya, gak update.

Sebelum baca, jangan lupa pencet tanda bintang di pojok kiri paling bawah ya. Gratis kok. Gak bayar.

Dengerin mulmed di atas biar dapet feel-nya.

Play List Kamu||  Westlife ~ I Have a Dream

Happy Reading.

🍁🍁🍁
Hanya butuh beberapa saat untuk mengatakan kamu mencintai seseorang, tapi butuh penyesalan seumur hidup jika momen tersebut dibiarkan berlalu begitu saja.
🍁🍁🍁

"Enggak. Aku sukanya kamu."

Pupil mata Cinta membola seketika. Tubuhnya membeku, beriringan dengan jantungnya yang berdebar tanpa rencana. Apakah Cinta tidak salah dengar barusan?

Detik selanjutnya, tawa Rama mengudara. Raut wajah Cinta yang terlihat bingung begitu lucu dipenglihatannya.

Tangan Rama menunjuk hidung Cinta dengan jari telunjuknya. "Bercanda, Cinta. Serius amat mukanya."

"Oh. Hehe." Cinta tertawa kikuk. Jika ini lelucon, sungguh ini tidak lucu. Perasaan bukanlah hal yang cocok untuk dipermainkan. Hal itu tentu membuat wajahnya memerah karena menahan marah.

Namun, Cinta juga tidak mengharap lebih pada Rama. Apalagi mereka baru saja berkenalan.

"Kenapa mukanya merah gitu. Udah ngarep banget, ya, tadi?"

Cinta berdecih. "Enggak. Siapa yang ngarep? Aneh aja gitu, kamu ngomong gitu, gak pantes."

Lagi-lagi Rama tertawa. Padahal sebenarnya tidak ada yang lucu. "Terus pantesnya gimana? Pacaran sama kamu gitu?"

"Kamu orangnya narsis banget, ya?" Cinta menyindir.

"Enggak juga. Niatnya cuma bercanda, pasti gak lucu. Sorry kalau kamu gak nyaman."

"Gapapa, kok." Cinta menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga. "E ... kayaknya bentar lagi bel masuk, deh. Aku harus balik ke kelas. Ngomong-ngomong, makasih soal liontinnya."

"Makasih kenapa? Itu, 'kan, punya kamu."

"Makasih udah jaga dan balikin."

"Sama-sama."

Cinta membalikkan badan. Diam-diam dia tersenyum. Lalu menggeleng pelan, sebelum akhirnya melangkah ke kelas.

Saat berbelok, langkahnya terhenti oleh sepasang kaki yang menghalangi jalannya. "Kamu deket banget, ya, sama Rama?"

Sudah sejak tadi Ravish mengintip dari bilik tembok, saat Rama sedang berbincang dengan Cinta. Bukan sengaja ingin menguping, hanya saja Ravish penasaran kenapa Rama bisa dekat dengan gadis yang membuatnya jengkel belakangan ini.

Wajah Cinta terangkat, menatap Ravish yang juga menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. "Kakak nguping?"

"Gak usah mengalihkan pembicaraan, deh. Tinggal jawab aja. Ya, atau enggak?"

"Gak terlalu deket, cuma kenal aja. Puas!" Cinta melangkahkan kakinya, tetapi, tangannya dicekal oleh Ravish. Cinta menoleh cepat. "Apalagi?"

Irama CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang