Chapter 21 - Yang Telah Lekang

53 46 201
                                        

Selamat datang di lapak Irama Cinta.

Makasih untuk kalian yang masih antusias, ya.

Sebelum baca jangan lupa pencet bintang di pojok bawah ya.

Hal yang paling kalian rindu dari masa kecil apa?

Play List Kamu|| Dimana Aku Rindu ~ Eltasya Natasha

Happy Reading.

🍁🍁🍁
Masalah ini seperti tidak ada habisnya. Tidak bisa tuntas dalah satu babak. Aku rindu duniaku yang dulu, masa kecil yang damai, yang berisi bermain setelah pulang.
🍁🍁🍁


Semesta kali ini sudah melanggar batas, mungkin memang benar, kalau Tuhan menguji seseorang supaya hambanya menjadi tabah dan sabar, tetapi kalau akar permasalahannya begini, Rama bisa stres mendadak.

Baru saja pulang, dia sudah diomeli mentah-mentah karena sudah menolak ajakan Shira untuk pulang bersama. Sungguh, Rama tidak suka dengan cewek manja dan tukang mengadu sepertinya.

Untung saja, ada Intan yang selalu berada si kubu Rama, memberi semangat dan menyertai anaknya. ''Rama udah besar, Pa, dia sudah tau harus pulang dan berlayar di perahu siapa? Memaksakan kehendak anak, bukan pilihan yang baik.''

"Mama tuh ngerti apa soal begini? Emang Mama mau, reputasi kita ancur nantinya?" Roy bicara dengan nada sarkasnya. "Selama ini yang membantu Papa bisnis itu ya Reymon, jadi Papa harus balas budi dong."

"Dengan menukarkan kebahagiaan anak?" sindir Rama menusuk.

"Rama, sama Shira kamu pasti bahagia. Karena kamu sama dia setahta, sederajat. Mendingan kamu lupain aja anaknya Heri yang gembel itu, dia cuma perempuan penjual donat, gak selevel sama kita." Lagi-lagi, Roy menjelek-jelekkan Cinta, membuat kedua tangan Rama terkepal kuat, jika saja Roy bukan ayahnya, pasti sudah Rama tonjok dari tadi.

Roy merasa Rama sudah didoktrin oleh Cinta supaya melawan perkataannya. Bahkan, Rama jarang sekali makan bersama dengannya kalau saja istrinya tidak membujuk.

"Pa, Papa lupa, Mama juga bukan berasal dari keluarga kaya, Pa,'' bujuk Intan pada suaminya. ''Mama dulu juga hanya anak pedagang sayur, tapi Papa berusaha memperjuangkan Mama.''

Intan kembali mengungkit peristiwa masa lalu. ''Meskipun orang tua Papa melarang hubungan kita, karena perbedaan status sosial, Papa tetap memilih Mama. Bahkan, Papa rela keluar dari rumah dan meninggalkan harta orang tua Papa, sampai akhirnya memilih memulai bisnis dari nol.''

"Jadi, seharusnya Papa bisa memaklumi Rama untuk memilih tambatan hatinya sendiri." Intan memberi jeda ucapnya. "Memangnya Papa mau, karena tindakan papa ini Rama keluar dari rumah? Rama satu-satunya anak kita, Pa."

Roy terdiam, mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut istrinya. Pikirannya berkelana, mencoba mengingat kejadian saat dia masih muda. Di mana dia berjuang mati-matian untuk intan. Bahkan sampai melawan restu orang tuanya sendiri. Hingga mereka menikah, dan memulai bisnis usaha kecil-kecilan demi menghidupi cintanya.

Mungkinkah ini sebuah karma?

Dulu, dia menentang orang taunya, dan sekarang, Roy merasakan sendiri rasanya ditentang oleh anak. Kini dia paham, isi hati orang tuanya dulu seperti apa.

Irama CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang