Chapter 12 - Semakin Dekat

82 70 213
                                        

Selamat datang di part 12.

Gimana kabar hari ini? Semoga selalu baik, ya.

Pencet bintang dulu, ya, sebelum baca. Gratis kok.

Play List Kamu|| Hivi - Remaja

Happy Reading.

🍁🍁🍁
Manusia bisa merubah takdirnya sendiri meskipun dirinya bukan Tuhan. Jika mencintamu adalah sebuah peran, maka menuliskan tentangmu adalah bagian dari kehidupan yang akan terus aku gariskan.
🍁🍁🍁

Cinta memutuskan untuk pulang saja. Mungkin itu yang terbaik, pikirnya. Pasalnya, Cinta tengah menjadi pusat perbincangan siswa-siswi SMA Kencana Bakti. Bahkan, beberapa pasang mata menatapnya dengan tak suka secara terang-terangan.

Risih? Tentu saja. Apalagi khasusnya bukan hal biasa. Cinta merasa sangat malu saat melewati gerombolan orang. Rasanya ia ingin menghilang saat ini juga.

"Udah, Nta, gapapa. Ada aku, kok. Kalau mereka macem-macem, aku sentil ginjalnya." Tiya menenangkan.

Ya, Tiya mengantarkan Cinta pulang. Bukan hanya saran dari dokter, melainkan sifat solidaritas dari seorang sahabat.

"Makasih, Tiya."

"Kamu, tuh, kayak sama siapa aja. Kita, kan. sahabat, Nta."

Saat melewati lapangan, Cinta melihat Rama tengah dihukum hormat bendera. Cinta tahu cowok itu dihukum karena apa. Rama telah melanggar perturan tata tertib sekolah karena mengenakan baju bebas---kaos hitam.

Hal tersebut menyebabkan Cinta bersalah karena Rama dihukum sebab cowok itu meminjamkan seragam untuk menutupi tubuhnya.

"Nta, itu Rama, ya? Ya ampun, gantle banget dia, ya? Rela dihukum demi kamu. Idaman banget." Tiya sampai terharu.

Sedangkan dari tempatnya berdiri, Cinta termangu. Bertemu Rama dalam hidupnya adalah sebuah keberuntungan.

Tanpa sadar Rama menoleh, dia melengkungkan senyum yang sangat manis untuk Cinta. Rama dapat melihat Cinta membalas senyumannya begitu tipis sebelum akhirnya Cinta pergi bersama Tiya.

"Senyumnya aja bikin melting," Rama bergumam, lalu kembali hormat pada bendera.

Bahkan, Rama rela dihukum berkali-kali. Asalkan alasannya masih sama. Demi Cinta.

***

Rama baru saja pulang dari rumah Shira. Dengan terpaksa dia mengantarkan gadis itu pulang karena Rama ingin menjelaskan kejadian sesungguhnya pada orang tua Shira. Sekaligus memberi alasan kenapa dia menolak halus perjodohan keduanya.

Sesungguhnya Rama kasihan melihat Shira dimarahi, tetapi mau bagaimana lagi, jika Rama tak angkat bicara yang ada Shira malah melebih-lebihkan Cerita.

Rama juga merasa lega Shira mendapat hukuman dengan di-skors selama tiga hari. Perbuatannya pada Cinta sungguh tidak bermoral.

"Siapa gadis yang kamu bela sampai-sampai kamu menolak Shira?"

Baru saja melangkahkan kakinya ke rumah, Rama sudah disambut oleh suara papanya itu. Roy dengan santai menyesap kopi sambil duduk di kursi sofa dengan gaya khasnya.

Irama CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang