Selamat datang di lapak Irama Cinta.
Maaf baru bisa update.
Jangan lupa bayar parkir dulu ya.
Play List Kamu|| Dandelions ~ Ruth B
Happy Reading.
🍁🍁🍁
Jika kepastian belum ada, maka jangan bayangkan dalam ekspetasi. Apalagi kalau pada akhirnya orang itu akan pergi, tanpa berniat untuk kembali lagi.
🍁🍁🍁
Matahari mulai muncul ke permukaan, cahayanya masuk melewati celah-celah pepohonan yang beberapa daunnya berguguran jatuh ke tanah.
Saat itu pula, Rama mengerjapkan mata, ia terbangun dari tidur nyenyaknya. Matanya menoleh ke samping, melihat wajah teduh Cinta yang masih tertidur pulas di bahunya.
"Tidur aja cantik. Heran."
Tangan Rama bergerak, menyelipkan rambut Cinta yang menutupi wajah cantiknya ke belakang telinga. Sontak, perbuatannya membuat si empu terusik.
Cinta menggeliat dengan suara serak khas orang tidur, lalu menguap dan menegakkan badannya sambil mengulet. Cinta baru ingat jika dirinya masih terjebak di hutan, bersama Rama.
"Kamu kenapa, Ram, lihatin aku terus? Aku ngiler, ya?" Lantas, Cinta segera menggosok-gosokkan sudut bibirnya. "Apa belekan?"
Melihat Cinta yang tergesa mengelap sudut matanya, Rama terkekeh. Cinta begitu lucu dan menggemaskan. Tolong, dari sisi mana dia tidak akan jatuh hati kalau begini?
"Enggak ada, Cinta."
"Terus, kamu ngapain lihatin aku segitunya?" Tanpa berkedip pula.
"Aku lihatin kamu itu, karena masih gak nyangka aja. Kalau pemandangan pertama yang aku lihat pas bangun tidur, wajah cantik kamu," ujar Rama berterus terang.
Cinta terkejut mendengar itu.
"Aku berpikir kalau, misal kita nikah, aku bisa lihat wajah kamu setiap hari waktu bangun. Rasanya kayak lihat bidadari," lanjut Rama, disertai kurva bulan sabitnya.
"Dih, halu. Emangnya siapa yang mau nikah sama kamu?"
"Lho, emang kamu gak mau, ya?"
Skakmat! Cinta termakan omongannya sendiri, kalau sudah begini, bingung sendiri jadinya.
"Sekarang kita masih sekolah, Ram. Gak tau ke depannya." Oke, mungkin ini jawaban terbaik untuk sekarang. Masih untung Cinta bisa mengalihkan pembicaraan dengan cepat, kalau tidak? Habislah dia.
"Aku, kan, gak bilang sekarang," balas Rama. "Aminin dong, Nta. Biar terkabul sama Tuhan."
"Aamiin!"
"Cie, mau jadi istri aku?" Rama menggoda.
"Eh?" Cinta baru tersadar bahwa Rama mengerjainya. Bisa-bisanya dia bilang 'amin' dengan sumringah, padahal maksud Rama lain dari itu.
"Rama, nyebelin!" Bibir Cinta mengerucut. Dia membuang muka ke arah lain.
"Cinta jangan marah-marah, nanti kamu lekas tua." Bukannya menenangkan, Rama malah bersenandung lewat lagu yang akhir-akhir ini viral.
KAMU SEDANG MEMBACA
Irama Cinta
Teen Fictionketika alunan nada menghasilkan kisah cinta. (Spin off - Love is Music) *************************** Aluna Cinta Jackson, gadis belia yang berambisi untuk menjadi musisi. Dia mengikuti ekstrakulikuler band yang diharapkannya dapat membawa namanya men...
