Chapter 24 - I'm Into You

56 46 196
                                        

Selamat datang di lapak Irama Cinta.

Makanan favorit kalian apa?

Kalau minumannya?

Play List Kamu||  It's Only Me ~ Kaleb J

Happy Reading

🍁🍁🍁
Aku menyanyi seperti aku berbicara pada dunia, bedanya hanya memakai nada dan irama agar mudah dimengerti.  Kadang menyanyi untuk mengeluarkan isi hati, kadang juga untuk membohongi.
🍁🍁🍁


"Sebentar lagi kita sampai, deh." Tiya bersorak senang. "Nta, kok dari tadi kamu diem aja, sih?"

Ajeng dan Alin saling pandang, keduanya menoleh ke belakang, tidak ada siapa pun di sana. Seingatnya, Cinta mengikuti langkahnya tadi.

"Tiya, Cinta gak ada!"

Teriakan histeris dari Alin, membuat Tiya menoleh. "Astaga, pantas aja gak ada suaranya."

"Cinta ilang di mana?" Ajeng ikut panik. "Kayaknya dia ketinggalan, deh."

"Terus gimana, dong?" Alin menggaruk-garuk rambutnya.

"Kita balik," ucap Tiya. "Kita balik lagi, cari Cinta sampai ketemu."

"Tiya, kalau kita balik, nanti sampai ke tempat camping kemaleman, dong? Nanti kita kalah dari yang lain."

"Jeng, kita mungkin akan gagal, tapi sekarang Cinta lebih penting. Gimana coba, kalau ternyata dia nyasar dan butuh bantuan kita? Lagian, kita gak bisa kembali sedangkan ada anggota kita yang hilang." Tiya meyakinkan.

Ajeng mengangguk, dia membenarkan perkataan Tiya. "Ayo kita cari Cinta. Semoga aja dia masih di tempat tadi."

Sudah hampir sepuluh menit mereka mencari keadaan Cinta, tetapi tidak ada batang hidungnya yang kelihatan. Kalau begini ceritanya, Cinta benar-benar menghilang.

Mau tak mau, ketiganya kembali ke tempat camping tanpa ada Cinta. Tiya berteriak-teriak, mencoba meminta bantuan.

"Ngapain, sih, dateng-dateng langsung ribut? Mana kembali terakhir sendiri lagi." Shira mencibir, dia memandang rombongan cewek yang kembali dari hutan itu dengan jijik.

"Kamu kenapa, Tiya? Kenapa cemas gitu?" tanya Pak Mamat heran.

"Pak, tolong, Pak, Cinta hilang di hutan," ucapnya dengan napas tersenggal.

Sontak hal tersebut membuat semua orang kaget, tak terkecuali Rama.

"Kok bisa? Bukannya kalian bersama tadi?" Itu bukan suara Pak Mamat, melainkan Rama.

Tiya menghela napas perlahan, dia mulai menceritakan kronologi kejadiannya sambil sesekali sesegukan. "Kami udah nyari dari pos tiga tempat di mana Cinta hilang, tapi gak ketemu. Saya takut kalau Cinta nyasar, Pak."

"Kita bagi tim untuk berpencar. Diutamakan cowok-cowok yang nyari. Cewek-cewek stand di sini aja. Kalau belum ketemu, kita lanjut besok pagi," putus Pak Muslih.

Namun, sebelum guru pembina membagi tim, Rama sudah bergegas pergi duluan ke dalam hutan dengan bermodal senter di tangannya. Sontak, hal tersebut membuat semua orang tercengang.

Irama CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang