12. Small Party

870K 61.6K 24.9K
                                        

12. Small Party

Aeris menyuapi Altarel mie goreng yang tadi ia pesan lewat online. Padahal tangan laki laki masih utuh tapi ia terus merengek minta disuapi.

"Nih makan sendiri aja ya? Stop dulu mainnya," Aeris memberikan piring mie itu pada Altarel, bukannya menyahut, Altarel malah mengabaikan Aeris dan tetap terfokus pada ponselnya.

Aeris menghembuskan napasnya kesal, gadis itu merebut ponsel Altarel.

"Yahh yangg..." Altarel tertawa melihat wajah kesal Aeris. Ia mencondongkan badannya mengambil ponselnya kembali.

"Siniin yang."

"Makan dulu," kata Aeris.

"Iyaa suapinn, sini duduk," Altarel menarik tangan Aeris hingga gadis itu terduduk dipinggiran ranjang, sebelahnya.

Altarel kembali merebut ponselnya, ia kembali terfokus pada game di layar ponselnya itu.

"Bandel banget sih!" ujar Aeris.

Aeris menyuapi laki laki itu, Altarel membuka mulutnya ketika garpu itu mengarah kemulutnya. Altarel makan dengan lahap jika disuapi oleh Aeris. Altarel semakin ribut disaat detik detik terakhir permainannya. Ia membanting ponselnya di ranjang membuat Aeris ikutan kaget.

"Anjingg!!! ngent*t!!" makinya.

"Heh!" Aeris mencubit paha Altarel, hingga laki laki itu meringis lalu tersadar kembali.

"Ngomongnya jorok banget! Coba bilang lagi!" kata Aeris galak.

"Aaahhh ssshh sakit, sayangg," ringis Altarel karena Aeris masih mencubit pahanya.

Aeris mendelik tajam pada Altarel, sementara Altarel hanya cengar cengir ditempatnya. Ia meminum air yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya. Aeris menaruh piring itu diatas nakas.

"Udah, bobo sekarang," gadis itu menyisir rambut Altarel kebelakang dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang pundak laki laki itu.

Altarel masih membeku ditempat mendapat perhatian kecil ini. "Elusin," Altarel mengambil tangan Aeris lagi lalu menaruhnya di atas kepalanya.

Aeris tertawa kecil, menggemaskan sekali manusia berbadan besar dengan hati disney ini. "Iyaa, bobo makannya," Altarel merebahkan badannya.

Aeris tidur sedikit memiringkan badannya, ia mengusap lembut rambut Altarel. Laki laki itu memejamkan matanya. Aeris berpindah mengusap lengan laki laki itu lalu menepuk nepuknya. Kenapa ia seperti menidurkan bayi?

"Jangan tingalin," ucap Altarel masih memejamkan matanya.

"Iyaa."

Cup....

Aeris mengecup singkat dahi Altarel, ia kembali mengusap usap kepala Altarel agar laki laki tertidur pulas. Tangan Altarel memegang tangan Aeris, tidak mengizinkan perempuan itu pergi. Selang beberapa menit, napas Altarel sudah teratur, itu artinya laki laki itu sudah tertidur. Aeris melepaskan pegangan tangan Altarel pada tangannya dengan perlahan.

Aeris bangun dari ranjang, ia membawa keluar piring dan gelas yang ada diatas nakas. Ternyata sangat mudah menidurkan Altarel.

Aeris mencuci piring itu dan meletakkannya dengan rapi kembali. Saat ia membuka kaleng minuman, bel rumahnya berbunyi terdengar suara ramai diluar rumah. Sepertinya teman temannya dan teman teman Altarel sudah datang.

ALTAREL [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang