17. Aku Pergi, Sebentar
Aeris menenggelamkan wajahnya di bantal, ia menangis sekeras kerasnya perasaan nya campur aduk antara bersalah, cemburu, khawatir, juga ia sangat rindu dengan Altarel walau beberapa menit lalu ia melihat laki laki itu di kantin bersama Rachel.
Banyak pertanyaan berputar di pikirannya, kenapa Altarel melepas cincin pernikahan mereka? Kenapa selalu ada Rachel di sisi Altarel? Aeris muak dengan Rachel! Dan kenapa juga Faldi melakukan itu padanya. Aeris benci Faldi, semua yang ada pada dirinya adalah milik Altarel, ia ingat Altarel pernah mengatakan itu padanya.
"Pulang Rell...." lirihnya.
Aeris membuka ponselnya, Altarel masih tidak bisa dihubungi. Aeris menghubungi Dirga, ia yakin Dirga tau dimana Altarel.
"Halo?"
"Halo, Dirga? Altarel dimana?" Tanya Aeris.
Bugh....
"Nih lagi ngamuk"
Prangg.....
Aeris mendengar suara sesuatu yang pecah diseberang sana. Ia semakin khawatir.
"Dia dimana? Gue mau kesana" Aeris panik.
Dirga diam, ia tidak tahu harus berbuat apa, apa ia harus memberitahu Aeris atau tidak?
"Di apartemennya, kayaknya dia gak mau diganggu dulu, udah dulu ya Ris, gue mau berhentiin dulu sebelum ni apartement dirobohin sama laki lo"
Sambungan telepon terputus. Aeris kembali menutup wajahnya. Altarel sangat keras kepala.
"Woi! Gak guna Lo ngamuk ngamuk gitu!" Pekik Dirga.
Altarel tak menyahuti, ia menyandarkan dirinya pada tembok. Napasnya masih terengah engah. Pandangannya masih sama, masih terbakar emosi.
Dion membuka apartement Altarel, saat ia masuk, dirinya sudah disambut oleh pecahan beling dimana mana. Dirga, Haikal, dan Rifki mengkode pada Dion.
"Set dah!" Dion melangkahkan kakinya pelan pelan.
"Astafirullah Altarel!!!! Mending lo balik!" Dion membuka suara.
"Gak kasian lo sama Aeris? Lo tau gak keadaan dia gimana?!"
"BACOT LO ANJING!"
Prangg.......
Altarel kembali menghempaskan vas bunga keramik ke tembok.
"Astagfirullah aladzim setan mana ni??" Rifki mengelus elus dadanya.
"Gue tau lo cemburu, tapi gak gini Rel! Lo harus balik!"
"Kalo lo mau luka hati lo sembuh, Aeris kuncinya, cuma dia yang bisa bikin lo baik baik aja!" Benci mengakuinya, tapi kali ini Dirga yang berbicara.
"Dengerin dia, Rel! Lo percaya Aeris yang mulai? Sementara Aeris bucin sama lo?! Udah tau biang nya si Faldi ngapain lo ngambekin Aeris?!" Haikal mencibir.
"Gue belum siap pulang" Ujar Altarel.
"Lo kate ujian belum siap?!" Cibir Dion.
"Tadi Aeris nelpon gue, lo block dia?" Tanya Dirga.
Altarel diam, ia ikut duduk di sofa bersama teman temannya. Ia duduk dengan wajah yang masih tak bisa santai.
"Yakin lo Aeris bisa tidur? Terus lo rela Aeris disikat sama Faldi?" Tanya Dion.
Altarel menatap nyalang kearah Dion.
"Lah dipelototin gue" Dion mengadu pada teman temannya.
"MAKANNYA BALIK!" bentak Dion.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAREL [TERBIT]
General FictionSEGERA TERBIT📌 Zeen Teja Altarel. Salah satu kisah mengenai pemaksaan cinta alias perjodohan telah menyatukannya dengan seseorang hingga pernikahan mereka dihadiahi oleh kehadiran dua tuyul kecil sebagai pelengkap keluarga mereka.
![ALTAREL [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/273174716-64-k640010.jpg)