46. I'm Sorry

527K 40.2K 25.5K
                                        

46.I'm sorry.

Aeris membanting tas selempangnya dengan kasar diatas ranjang, ia menjatuhkan badannya diatas ranjang empuk mereka.

Ia masih merasa sangat dongkol dengan Altarel. Walaupun harus ia tak boleh merasa seberlebihan ini. Altarel jelas jelas tidak melakukan apa apa, ia hanya duduk, tetapi rasanya Aeris ingin marah saja. Ia bahkan sampai lupa dengan anak anaknya yang masih bersama Altarel ruang tamu.

Ada penyesalan dalam hatinya ketika sedari tadi ia malah menyueki Altarel, ia tak merespons jika diajak bicara, ia juga diam saja dimobil. Dibalik penyesalan itu, dalam hatinya juga terdapat kekesalan pada cowok itu.

Aeris cemburu karena Rachel menatap suaminya dengan tatapan seperti itu, dan dengan santainya suaminya itu malah tebar pesona disana. Kan panas!

"Sayang..." Teriak Altarel dari bawah.

Aeris hanya mendengar samar samar suara teriakan itu, teriakan ketiga ia mendengarnya dengan jelas tetapi ia masih mengacuhkannya.

Tak lama setelah itu, Pintu terbuka menampakkan Altarel disana.

"Sayang, kamu kenapa?" Tanya nya halus.

Aeris hanya menggeleng kecil, Altarel menghembuskan napasnya dalam masih berusaha sabar.

"Anak anak jagain dulu, aku mau ganti baju" Ucapnya lembut.

Aeris bangun dengan gelagat aneh, seperti tidak ikhlas.

"Siapa ngajarin kayak gitu?" Tanya Altarel santai namun nada bicaranya tak selembut biasanya. Mungkin ia tersinggung dengan sikap Aeris yang menyuekinya daritadi.

Aeris tak menoleh. "AERIS! Aku lagi ngomong!" Altarel menaikkan satu oktaf nadanya.

"Ck! Apasih?!" Aeris ikutan kesal mendengar nada tinggi Altarel.

"Siapa ngajarin kayak gitu hm?" Tanya Altarel dengan nada yang mengintimidasi.

Aeris terpaku ditempatnya, ada perasaan cemas dan takut mendengar nada suaminya.

"R-rel?" Cicitnya.

"Liat aku Aeris!" Titahnya.

Aeris memejamkan matanya, ia memutar tubuhnya hingga kini ia menatap wajah suaminya. Aeris mengalihkan matanya ketika mata suaminya itu seperti akan membunuhnya.

"Kenapa kayak gitu?" Tanya Altarel.

Aeris menggeleng kecil, "Siapa ngajarin nyuekin aku kayak gitu hm?" Tanya nya masih dengan nada santai dan tenang.

"Bilang kalo cemburu"

Altarel mengangkat dagu Aeris agar perempuan itu mau menatapnya.

"Tanya aku kalo kamu merasa butuh penjelasan, aku pasti jelasin" Ucapnya.

"Kamu cemburu?" Tanya Altarel lagi.

Aeris terdiam sesaat, "Gak" jawab Aeris singkat, ia berusaha menutupi suaranya yang bergetar karena dirinya seperti dimarahi saja, menbuatnya ingin memangis.

"Bilang iya susah?!" Balas Altarel cepat.

Aeris tetap diam, Altarel menghembuskan napas dalam. "Keras kepala" Cibirnya lalu ia berbalik, tangannya tergerak membuka kancing kemejanya satu persatu.

Aeris yang takut dan kesal akhirnya pergi meninggalkan kamar, ia menuruni tangga menuju ruang tamu untuk melihat anak anaknya.

Aeris bernapas lega ternyata Zean dan Teya sedang menonton film Spongebob di tv. Mungkin Altarel yang memutarkannya tadi.

ALTAREL [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang