11. Altarel vs Natha.
Altarel memeriksa ponselnya yang bergetar dibawah kolong bangkunya. Ia mengambil kesempatan saat guru Bahasa Inggris sedang menjelaskan didepan kelas.
Unknown
| Sent a pict
| Aeris risih, cari dia cepet
| Depan lab fisika
Altarel berdehem, di foto itu menampakkan foto Aeris sedang berbicara dengan Natha didepan lab fisika, nampak dari wajah Aeris sepertinya ia risih dan tertekan.
"Mrs! Saya izin ke toilet!" ucap Altarel membuat seisi kelas menengok kearahnya sebentar.
"In english please!"
"May i go to the toilet, please!"
"Sure, Altarel!"
Setelah diberi izin itu, Altarel bangkit dari kursinya lalu keluar dari kelas. Ia berlari kecil menuju tempat tujuan itu. Altarel bersembunyi dibalik tembok untuk mendengarkan terlebih dahulu apa yang mereka bicarakan.
"Gue gak bisa," kata Aeris dihiasi senyum paksa.
"Besok gimana?" tanya Natha lagi.
"Gue gak bisa!"
"Come on! Gue cuma ngajakin lo jalan bukan ngajakin balikan," ucap Natha frustasi karena terus terusan ditolak.
"Dan gue gak mau!"
"Kayaknya ada yang salah sama kuping lo!" ujar Aeris sedikit kasar karena sudah emosi.
Aeris tadinya baru saja keluar dari ruangan guru, tetapi tiba tiba dicegat oleh manusia ini yang entah datang darimana.
Natha memperhatikan rambut perempuan itu, di rambut Aeris yang terkepang satu itu terdapat bekas serutan pensil, mungkin karena keadaan kelasnya tadi ribut karena memdapat pelajaran menggambar senibudaya, apalagi rambut panjang Aeris tergeletak di meja nya tadi.
Natha memiringkan badannya melihat rambut Aeris lebih dekat. Wangi. Itulah kesan pertama yang dirasakan Natha. Berhubung Aeris baru saja keramas kemarin sore, jangan tanyakan kenapa bisa wangi, Aeris juga menggunakan minyak rambut yang memiliki wangi memikat.
Ia mengambil rambut Aeris dan menyimpangkannya kedepan bahu perempuan itu. Ia mengambil bekas rautan pensil di rambut Aeris, tangan Natha tergerak untuk memegang rambut Aeris yang lembut. Aeris mengambil rambutnya kembali dan mengembalikan kebelakang.
Natha menggaruk kepalanya salting, "Wangi rambut lo, lembut lagi, pake sampo apa?" tanya Natha berusaha menghilangkan salting nya.
Sialan. Ditanya pake sampo apa. Aeris menghembuskan napasnya dalam. "Penting buat lo, gue make sampo apa?!" Aeris meninggalkan Natha yang masih berdiam disana. Natha menatap Aeris yang sudah pergi menjauh darinya, degan rambutnya yang tergerak mengikuti jalannya. Ah menggemaskan sekali.
Altarel masih bersender ditembok itu, kedua tangannya terlipat didepan dadanya, Altarel berdehem singkat. Setelah Natha pergi dari situ. Altarel kembali ke kelasnya. Pikirannya terganggu, Altarel melihat semuanya.
*****
Aeris menengok di sisi kelas Altarel, kelas itu masih sedikit ramai, banyak yang sliweran untuk pulang karena jam pelajaran sudah habis untuk siang ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAREL [TERBIT]
Ficção GeralSEGERA TERBIT📌 Zeen Teja Altarel. Salah satu kisah mengenai pemaksaan cinta alias perjodohan telah menyatukannya dengan seseorang hingga pernikahan mereka dihadiahi oleh kehadiran dua tuyul kecil sebagai pelengkap keluarga mereka.
![ALTAREL [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/273174716-64-k640010.jpg)