Absen dong dari prov/kota/daerah
mana nih??
23. Percaya Aku.
2 bulan berlalu....
Hari ini adalah hari kelulusan siswa kelas 12, perwakilan siswa kelas 12 dan OSIS disibukkan oleh tugas dan kegiatan mempersiapkan acara perpisahan yang akan dilaksanakan di lapangan outdor sekolah.
Seluruh perwakilan kelas 12 diambil 3 orang perkelas untuk membentuk sebuah panitia. Altarel menjadi salah satu perwakilan untuk kelas 12 Mipa 5 untuk menjadi panitia.
Altarel memakai baju bebas berwarna hitam dengan masih menggunakan celana abu, name tag panitia tergantung di lehernya. Sementara Aeris menggunakan baju olahraha dengan bawahan rok abu, hari sekolah masuk santai karena persiapan untuk pelepasan kelas 12 malam nanti.
"Aku ke lapangan dulu bentar ya?" Altarel mengelus elus leher belakang Aeris.
"Iyaa, nanti aku pulang jam berapa??" Aeris memain mainkan name tag yang tergantung di leher Altarel.
"Yang lain kayaknya sampe jam 11 aja, aku agak sorean pulang, nanti aku anter pulang"
"Baby jangan nakal, okay? Jagain mama dari guguk guguk nakal, okay baby?" Altarel tidak berani mengelus apalagi mencium perut Aeris karena ini masih area sekolah.
Aeris tertawa singkat, Aeris mendekatkan wajahnya sedikit berjinjit, Altarel segera menjauh.
"Aaaaaa mau cium"
Altarel terkekeh pelan "Gak boleh sayang, banyak orang"
"Anak kamu yang minta" Aeris mengerucutkan bibirnya.
Altarel menggeleng gemas, Altarel menarik tangan Aeris hingga masuk ke space dibawah tangga, hingga mereka cukup tertutup. Altarel mengecup sekilas pipi Aeris.
"Udah baby?" Altarel melihat kearah perut Aeris.
"Aaagiii" rengek Aeris.
"Yang tadi buat baby, sekarang buat aku" Aeris memajukan wajahnya.
Cup....
Altarel mencium kening Aeris dengan gemas. Aeris tersenyum manis.
"Udah ah gak jadi kerja aku, aku bawa pulang nih kamu sekarang"
Aeris tertawa "Semangat kerjanya, papaa"
Altarel tak bisa menutupi tawanya, Altarel salting hingga ia berjongkok dan menutup mukanya. Setelah itu ia kembali berdiri sambil cengengesan.
"Ih kamu kenapaa?" Tanya tertawa geli melihat Altarel yang salting.
"Enggaa, sana kekelas, hati hatii" Altarel menuntun tubuh Aeris dengan memegang kedua bahunya dari belakang.
Altarel ikut masuk dan beridir didepan meja Aeris. "Titip ye, jagain, awas kenapa napa" Ancam Altarel pada teman teman Aeris.
"Aman Rell elahh, kita ada jagoan disini" Luna menunjuk Abel yang tengah kesusahan menyedot bobanya.
"E-eh?" Abel mendongak.
"Halo bang!"
"Aman sama gue pokoknya, semut ngompol di kaki Aeris juga gue hajar" Perkataan Abel selalu saja membuat yang lainnya tertawa.
"Jangankan orang lain, lo aja nyakitin dia, gue labrak!" kata Abel tegas.
Altarel menaikkan alisnya lalu mengangguk, Aeris duduk manis di bangkunya, ia merogoh tasnya untuk mengambil kipas fortable bermotif hello kitty berwarna pink.
Altarel mencolek dagu Aeris, "Aku kesana ya?"
Aeris mengambil tangan Altarel yang mengusap ngusap dagunya, dengan cepat ia mencium telapak tangan Altarel, kalo ditanya kenapa? Gak tau pengen aja. Altarel nambah sinting lama lama diginiin sumpah dah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAREL [TERBIT]
Fiksi UmumSEGERA TERBIT📌 Zeen Teja Altarel. Salah satu kisah mengenai pemaksaan cinta alias perjodohan telah menyatukannya dengan seseorang hingga pernikahan mereka dihadiahi oleh kehadiran dua tuyul kecil sebagai pelengkap keluarga mereka.
![ALTAREL [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/273174716-64-k640010.jpg)