||It's my time.
Altarel keluar dari kamar mandi dengan menggosok rambutnya yang setengah basah. Ia belum mengenakan pakaian hanya saja sudah menggunakan boxer berwarna putih. Begitu ia menampakkan dirinya, kedua tuyulnya itu langsung menggelayoti kakinya.
"Papaaa!!" teriak Teya antusias.
"Dininnn hihiii," kata Zean sambil tertawa.
(Dingin)
"Turun dulu sayang, papa pake baju dulu" kata Altarel memegangi kepala anaknya.
Aeris membuka pintu kamar, ia baru saja selesai dengan kegiatan memasaknya. Aeris tertawa melihat kedua anaknya yang terus terusan menempel dengan Altarel.
"Sebelum tidur nempel papa! Tidur dipeluk papa! Baru bangun nyari papa! Deketin dikit nempel sama papa!" cibir Aeris sambil tertawa.
Altarel tertawa, ia melempar handuk kecil yang dibawanya hingga mendarat sempurna diranjang mereka. Altarel mengangkat tubuh Zean, begitu Zean memeluk lehernya, tuyul satunya lagi menangis.
"Yahhh..." Altarel tertawa, ia mengusap kepala Teya.
"Papaaaa!!!" Teya menangis dengan kencang.
"Sama mama satu sini," Aeris menepuk tangannya sambil tersenyum.
Altarel menyerahkan Zean pada Aeris. Zean menggeleng, ia menyembunyikan wajahnya di leher papanya.
"Kok semua nempel sama kamu sih?!" tanya Aeris heran.
"Kan aku yang buat, Aeris, gimana sih?" Altarel mengusap usap kepala Zean.
"Eyaa cini cama mama, ayoo, eh cari jelly di kulkas, ayoo!" Aeris menepuk tangannya untuk menarik perhatian anaknya.
"Ndaa auuuu, cama papaaa!!" teriaknya.
"Yaudah Jean sama mama ayoo," Aeris merebut Zean dari gendongan Altarel.
"Cari jelly, ayoo cari jelly sama mama," Zean akhirnya setuju setelah dirayu dengan makanan.
"Aduh aduh aduhh berat banget duh!" kata Aeris bercanda, ia mencium pipi Zean.
Altarel mengangkat tubuh kecil Teya yang menangis sambil memeluk kakinya. "Kenapa sayangg kenapaa??"
"Cama papaaa" gadis kecil itu mengusap matanya dengan tangannya.
Altarel mencium pipi anaknya itu, ia mengelus elus dan menepuk nepuk punggung Teya. "Sayang papa?" tanya Altarel.
"Cayangg," balasnya dengan suara parau.
"Sayang mama?"
"Cayangg..."
"Sayang Abang?"
"Ndaaa!! Abang jeyekkk!" kata Teya ketus.
"Kok jelek sih? Abang ganteng gitu," Altarel membuka pintu lemarinya dengan masih menggendong Teya ditangannya. Ia memperhatikan seisi lemarinya namun tak menemukan baju kerjanya.
Altarel membuka pintu kamar dan menuruni tangga untuk mencari Aeris. Altarel berjalan mendekati dapur, ketika menemukan Aeris yang tengah duduk di kursi meja makan sementara Zean duduk diatas meja itu, Altarel menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAREL [TERBIT]
Ficțiune generalăSEGERA TERBIT📌 Zeen Teja Altarel. Salah satu kisah mengenai pemaksaan cinta alias perjodohan telah menyatukannya dengan seseorang hingga pernikahan mereka dihadiahi oleh kehadiran dua tuyul kecil sebagai pelengkap keluarga mereka.
![ALTAREL [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/273174716-64-k640010.jpg)