Special Part

1.7K 168 46
                                        

Frislly menyipitkan matanya menangkap sinar cahaya yang masuk melalui celah tirai. Ia menggeliat merasakan berat dibagian perutnya.

"Eunggghhh." Frislly membuka sempurna matanya. Dilihatnya tangan kekar Jordi yang melingkar nyaman diperutnya.

Lalu ia membalikan badannya menghadap Jordi. Dia menatap dalam wajah teduh laki-laki yang kini berstatus sebagai suaminya. Lengkung senyum manis terukir.

"Kalo lagi di Kantor aja cool, berwibawa, gagah. Giliran kalo lagi sama aku manjanya minta ampun, apalagi kalo tidur gini udah kayak bayi gede." Gumam Frislly. Tangannya bergerak menyisir lembut rambut Jordi.

Merasa terusik tidurnya, Jordi membuka matanya dan tersenyum "Morning istri kecilku." Sapa Jordi dengan suara serak khas bangun tidur.

"Morning suami Om-om ku." Balas Frislly diiringi dengan kekehan.

"Nakal ya kamu, dasar." Jordi menggelitik pinggang Frislly sehingga membuat yang empunya kewalahan.

"Ahahaha... Geli Om, ampun Om." Gelak tawa Frislly pecah. Tapi bukan Frislly namanya jika tidak diselingi candaan dan kejahilannya.

"Oh gitu, minta ditambah nih ? Oke, siapa takut." Jordi malah semakin jadi terus menggelitik istrinya.

Gema tawa mereka berdua memenuhi setiap penjuru Kamar. Kondisi tempat tidur yang sudah berantakan. Bantal, guling yang berterbangan karena Frislly jadikan senjata untuk memukul suaminya. Tapi tetap saja tak mempan bagi seorang Jordi.

"Huft ! Huh, huhh.." Frislly menarik napas dan membuangnya secara bersamaan "Udah Kak, udah. Nyerah aku. Ampun." Lanjutnya memohon.

"Yah payah, baru gitu aja udah nyerah." Ejek Jordi.

"Ish, geli tau. Cobaa aja sini kamu, aku yang gelitikin." Tantang Frislly.

"Lah, kan kamu yang nyari gara-gara." Ujar Jordi mengelak.

"Dih, bilang aja kamu cemen. Huuu, cemen." Frislly menjulurkan lidahnya balik mengejek suaminya.

"Oh, nantangin lagi nih anak kecil." Jordi kembali melanjutkan aksinya.

"Ahahaha. Ampun, ampun, ampun sayang. Iya, udah aku nyerah." Ujar Frislly.

"Bilang apa kamu tadi ?" Tanya Jordi.

"Ampun sayangku, suamiku." Ulang Frislly.

"Nah, gitu kek dari tadi." Jordi menghentikan gelitikkannya lalu menarik Frislly dalam pelukannya.

"Ih ngapain peluk-peluk." Frislly mencoba keluar dari pelukan Jordi tapi nihil.

"Gak papa. Emang gak boleh meluk istri sendiri ?" Bukannya melepaskan pelukannya, Jordi malah mempererat.

"Udah pagi ih sayang." Ujar Frislly.

"Terus kalo udah pagi kenapa ?"

"Ya kalo udah pagi, bagun lah. Masa tidur lagi." Frislly membalikan badannya.

"Tidur lagi aja. Lima menit lagi, biarin aku meluk kamu kayak gini." Pinta Jordi.

Frislly tersenyum. Dia menelusuri tiap lekuk wajah suaminya dengan jari jemarinya yang lentik.

"Kenapa ? Ganteng ya suami kamu ini ?" Goda Jordi. Mata tajamnya menatap teduh istrinya yang begitu cantik, bahkan ketika bangun tidur pun tetap terlihat cantik.

"Iya ya, kok bisa ya kamu ganteng kayak gini ?" Frislly pura-pura berpikir dengan terus mengamati wajah Jordi.

"Udah ah jangan diliatin terus, ntar aku jadi salah tingkah lagi." Ujar Jordi "Masih banyak waktu kamu buat mandangin wajah tampan suami kamu ini." Lanjut Jordi dengan percaya dirinya.

Our StoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang