6. Ulah Marsya 1

1.8K 165 30
                                        

Author Pov

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam, Frislly dan Jordi telah siap dengan tema yang pertama. Mereka berdua tampil dengan look casual dengan nuansa warna putih yang membuat mereka begitu terlihat sejuk.

"Gimana Ray, udah beres semua ?" Tanya Kenith pada Arraey.

"Udah nih. Berhubung tema nya casual santai jadi gak terlalu ribet dan make up nya Fishy juga dibuat senatural mungkin." Jelas Arraey.

"Oke. Kalo gitu ayo Frislly langsung ke studio." Ajak Kenith.

"Iya kak." Jawab Frislly disertai anggukan.

Begitu Frislly memasuki area studio, semua mata tertuju padanya. Hal itu membuat Frislly agak sedikit risih, lebih tepatnya dia merasa malu ditatap lekat seperti itu.

"Gila, make up tipis gitu aja cantiknya kebangetan."

"Ini serius make up natural?"

"Kalo asli cantik mah, make up gak make up juga tetep cantik."

"Kira-kira dia masih jomblo gak ya ? Ah gak mungkin jomblo juga sih, masa cewek secantik dia gak punya pacar."

Dan masih banyak lagi bisik-bisikan karyawan lainnya yang melihat Frislly. Itu hanya sebagian yang dia dengar.

"Mas Jo. Mas Jo." Panggil Tian dengan menepuk pelan bahu Jordi.

"Apaan sih Tian." Jawab Jordi.

"Liat dulu sini. Mas Jo, eh."

"Hemmm."

"Mas Jo, seriusan sini liat buruan. Aku yakin Mas Jo bakal klepek-klepek liatnya. Gila cantik banget."

Jordi yang merasa terganggu dengan celotehannya Tian memutuskan untuk melihat apa yang Tian maksud.

"Apaan sih Ti..." Belum sempat dia meneruskan ucapannya, Jordi langsung diam begitu melihat wanita yang berada di depannya saat ini.

"Ini beneran Fishy ? Cantik banget. Udah cantik, anggun, humble, santun juga. Bener-bener idaman." Batin Jordi.

"Eh apaan sih Jor. Fokus, fokus Jordi. Ini cuma sebatas project aja. Jangan mikir macem-macem Jor." Jordi berusaha menepis pikirannya sendiri.

"Cantik." Ucap Jordi tanpa sadar.

"Nah kan. Udah mulai muji-muji bilang cantik. Hal yang langka loh mas Jo muji cewek. Apalagi ini baru kenal." Goda Tian.

"Ehem... Iya tau bos, Frislly cantik. Terpana sih terpana, tapi jangan sampe lupa ngedip juga dong Pak bos." Ledek Kenith menimpali.

Dan saat itu juga Jordi sadar dari lamunannya.

"Apaan sih Ken, Tian." Jordi salah tingkah akan ucapannya sendiri.

Sedangkan Frislly yang menjadi object utama mereka saat ini hanya menunduk berusaha menyembunyikan pipi merahnya. Tanpa sadar juga dia tersenyum mendengar pujian dari Jordi.

"Yaudah ayo. Udah siap semua kan ?" Jordi coba mengalihkan pembicaraan.

Dia tau saat ini perasaannya sedang tidak bersahabat. Ntah kenapa, dia merasa jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.

"Yuk semua tim siap-siap berkumpul, ada baiknya sebelum kita memulai photoshoot hari ini kita semua berdo'a, supaya di lancarkan. Berdo'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing dimulai." Pimpin Kenith.

Our StoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang