Part 11

29 7 2
                                        

--

Aku masih menunggu di halte bus selepas kepulangan kak Mark yang meninggalkan ku sendiri.

Kembali aku duduk dan mengeluarkan ponselku yang sedari tadi aku merasa banyak notifikasi masuk tapi aku abaikan karena aku sedang bersama kak Mark.

Kubuka aplikasi hijau, dimana ada pesan masuk dari nomor tidak di kenal, kulihat fotonya sangat aesthetic seperti layaknya idola K-Pop.

Ku tekan pesan darinya, dan aku segera membacanya.

'Hello Tania.. udah pulang?'
'Kamu tau ga siapa aku? Hehe'

Karena penasaran aku buka foto profilnya. Dann betapa terkejutnya aku saat melihat foto itu merupakan foto Jeno Deandra. Aku segera membalasnya, menanyakan dari mana dia tau nomorku, atau apa maksud dari pesan nya.
Belum selesai aku ketik balasan untuk kakak tingkat ku, aku mendengar suara klakson mobil.

Tiinnn!!!

Ku dongakkan kepalaku dan memandang ke arah sumber suara. Waahh.. kejutan apa lagi ini.. Kulihat lelaki berkulit putih dan senyum mengembang dengan lesung pipi, yang bisa membuat siapa saja tertarik padanya. Yupp.. Jaeshen William Effendi. Anak lelaki dari tante Tina yang kemarin berkunjung ke rumahku.

"Hai cantik. Sendirian aja nihh?"

"Yaa Lo bisa liat kan kalo gue sendirian"

"Jutek amat sih.. yokk gue anterin pulang"

"Dihh ngapain? Gue bisa pulang sendiri !"

"Yaa kan bisa ngirit ongkos neng cantik"

"Ga perlu deh. Thank you atas tawaran Lo"

"Jangan bilang Lo takut sama gue"

"Udah sana pergi"

"Ayoo laahh.. ibu Lo udah tau gue ini. Kalo ada apa-apa sama Lo juga gue ga bisa ngelak"

"Dihh ngarep Lo terjadi apa-apa?!"

"Yaaa kalo sama Lo sih gapapa. Gue rela deh"

Aku memutar bola mata malas menanggapi. Tetapi rupanya, dia tidak menyerah.

"Tania, kalo Lo ga mau gue anter, gue bakal disini aja. Mobil gue ga akan kemana-mana sebelum Lo mau naik. Gue ga peduli bus yang di belakang gue"

Aku melihat kearah belakang, terlihat bus sudah datang dan kian mendekat.

"Jangan gila kamu Jaeshen!"

"Terserah Lo"

"Iiisshhhh!!!"

Karena aku memikirkan keselamatan orang-orang dan juga keselamatan anak tante Tina ini, akhirnya aku masuk ke mobilnya, setelah itu, Jaeshen langsung menancap gas mobilnya meninggalkan area kampus.

"Coba kalau dari tadi, kan enak"

"Lo itu kenapa sih?! Tau ga yang Lo lakuin tadi itu bahaya?!"

"Tau kok. Makanya gue lakuin. Gue tau Lo akan memilih masuk mobil gue daripada keributan terjadi. Iya kan?"

'Ahh shhh*ttt!'
Umpat ku dalam hati.

"Mau langsung pulang nih ?"

"Iyalaahh.. mau kemana lagi gue"

"Mau makan? Udah makan belum?"

"Udaaahhh"

Krruyuukkk..
Ahh siall ! Ga bisa di kompromi banget sih! Denger kata makan aja langsung bunyi!

"Hahahaha. Yakin udah makan?"

Aku terdiam menahan malu.

"Kita makan dulu ya cantik. Mau makan apa?"

Kating Idaman (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang