I'M WORRIED ABOUT YOU

1.4K 134 72
                                        

Cuaca memang cukup panas di bulan Juni awal. Keenam anggota keluarga Wu bahkan beberapa hari ini memakai baju lengan pendek, celana pendek dan juga menggunakan pendingin ruangan. Panaaassss. Dan Jongin melarang Shixun untuk bermain setelah pulang dari sekolah. Dia hanya takut jika Shixun bermain dan terkena panas matahari maka bayinya ini akan pusing. Banyak bintang, kata si sulung. Siang ini, Jongin selesai membuat patbingsoo dan menunggu kelima anggota keluarganya untuk bangun dari acara tidur siang di area bermain. Sehun tentu ikut, dia sangat kepanasan bahkan pendingin udara sepertinya hanya numpang lewat. Jongin mengerutkan kening, melihat berapa derajat yang sudah di setting Sehun. 18 derajat dan itu harusnya cukup dingin. Sebagai seorang ibu, ia hanya takut semuanya masuk angin. Ia menaikkan 2 derajat, lalu ikut mengambil bantal untuk dirinya. Memilih tidur disamping Sehun yang menghadap Siyeon dan dirinya memeluk tubuh Sehun.

" kau sudah selesai ?"

" eumbh "

Jawab Jongin atas pertanyaan Sehun. Dengan masih memeluk Sehun, ia menyamankan diri di punggung lebar suaminya. Baiklah, biarkan keenamnya tidur siang.

Menjelang sore dan setelah mandi bersama, Jongin menyuruh untuk duduk melingkar di meja pendek untuk makan patbingsoo bersama. Ini akan menjadi seru kalau adik kembarnya datang dan menghabiskan seluruh patbingsoo buatannya.

" mama chun au beyi beyi banak "

" ian au cang "

" oke oke "

Menyendokkan apa yang menjadi permintaan keduanya, Jongin juga memberikan semangkuk kecil untuk Soyul dan Siyeon ia hanya boleh makan buahnya saja.

" ini akan menjadi heboh kalau Seolla Daeul datang "

" tentu, kau seperti tidak tahu adikku saja "

" pppaaaa "

Sehun menoleh, melihat Soyul yang mengulurkan sesendok ice untuknya.

" terima kasih "

Ujarnya sambil mengusap rambut Soyul.

" chun ung ndak au tu ?"

" hmmb ?"

" tu tu tu "

Sian menunjuk potongan buah pisang yang dipinggirkan Shixun.

" yung au didi, uat anci. Teyakil "

" napa ?"

" eumbh,, yung uka ja "

" ayo ndak au, ian au mamam tu "

Shixun cemberut, ia menjauhkan mangkuk patbingsoonya lalu menggeleng cepat.

" cidak boye, didi puna ndiyi. Tuuu ~~ "

" au abic, ian acih au ung "

" inta mama. Ni puna chun yung, didi ~~ "

Kali ini giliran Sian yang cemberut, ia menoleh kepada mama yang sudah menatapnya.

" apa ?"

Tanya Jongin sedikit ketus

" iiih, mama napa tu?"

" sudah bilang saja mau tambah pisang kan ?"

" eumbh, mua "

" tidak boleh semua, mama beri sedikit "

" iiih aat "

" jahat? Ya sudah tidak usah tambah pisang "

" eh eh eh mama ndak ndak... ndak aat. Iiih tu ja maya maya "

TUK

" auuuch ait mama "

OH MY DIDITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang