SIAN MASIH JADI OROK

3.8K 324 68
                                        

Semua mendadak tegang. Terlebih Jongin, wajahnya sangat datar dan ia menahan ini semua agar tidak menjambak rambut Jiyeon. Apa-apaan gadis itu, menyentuh miliknya. Sehun itu miliknya, yang boleh menyentuh Sehun hanya dia dan Shixun. Aah ayah ibu kakak dan kakak iparnya juga boleh. Minseok juga boleh. Sehun juga, mengapa malah menurut pada Jiyeon. Dia kesal. Jiyeon nampak menghela nafas dan tersenyum pada Sehun

" aku hanya ingin mengatakan "

"..................."

" aku minta maaf "

" huh ?"

Jiyeon menatap Jongin. gadis cantik itu tersenyum dan bermain pada jari kuku tangan

" aku minta maaf, karena selama beberapa bulan kita berteman. Aku menyukai Sehun. hanya sekedar suka. Mungkin kagum "

"........."

" dulu, saat pertama kali kita berkenalan. Dan ketika aku melihat Sehun, aku tertarik padanya. aku ingin memilikinya. Bahkan aku mengindahkan fakta jika ia sudah mempunyai keluarga. Rasa memilikiku sangat besar "

".........."

" tapi aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanku. Tapi aku yakin, kalian mengetahuinya dari bagaimana caraku menatap Sehun dan bagaimana caraku tersenyum padanya. Tapi percayalah, rasa itu mulai menghilang. Seiring berjalannya waktu, aku merasa kalau rasa sukaku hanya karena aku kagum. Aku kagum karena dia mempunyai tubuh atletis dan wajah tampan. Hanya rasa kagum "

Ujarnya panjang lebar sambil menatap teman-temannya yang lain. wajahnya merasa bersalah sudah berucap hal sedemikian.

" jadi.... hanya rasa kagum ?"

" ya, aku minta maaf Jongin. Itu dulu "

".........."

" aku mempunyai kekasih, kita menjalin kasih selama 1 tahun di sekolah. saat memasuki bangku kuliah, kami harus menjalani hubungan jarak jauh. Jarang melakukan komunikasi hingga akhirnya aku...... hmmmb seperti yang ku ceritakan tadi "

" menyukai Sehun ?"

" ya "

Jawabnya atas pertanyaan Baekhyun.

" jadi, hari ini aku kembali meminta maaf. Aku minta maaf dengan rasa tulus "

Semuanya nampak lega. Ternyata perkiraan mereka selama ini benar, tapi Jiyeon sudah mengakui semuanya. kejadian beberapa menit yang lalu membuat mereka tegang, namun sekarang mereka bisa bernafas lega. Jiyeon tersenyum kecil, ia menatap mata bulat yang menatapnya tajam.

" bibi minta maaf ya tampan. Jangan marah lagi dengan bibi "

Jiyeon menjawil kecil hidung Shixun tapi bayi ini menepis dan memekik

" CIDAK !!! "

" hey hey, tidak boleh berteriak dengan bibi. Ayo minta maaf "

" cidak, tu papa chun maa~~ "

Bela Shixun, ia menunjuk Sehun. mengklaim jika Sehun adalah miliknya.

Jongin merasa tidak enak pada Jiyeon. Ia berburuk sangka. tapi melihat betapa tulusnya Jiyeon mengungkapkan perasaannya. Ia jadi menyalahkan diri sendiri.

" tidak apa-apa. shixun tampan sekali yaa. Bibi selalu gemas dengan pipimu ini "

Shixun mengerutkan kening, ia menjauhi Jiyeon dan meminta papa untuk menggendongnya. Jiyeon memberanikan diri untuk menoleh ke arah Sehun. memberikan senyum manis padanya

" aku minta maaf "

" bukankah lebih baik kau mengungkapkannya? Agar tidak ada prasangka diantara kita ?"

OH MY DIDITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang