PARK AVE, SOUTH HARLEM
NEW YORK CITY
"Selamat pagi, dad!" dari depan meja kerja seorang pria paruh baya itu, Charlotta berseru riang. Ia sengaja memberikan kejutan di pagi hari. Setelah 1 minggu resmi lulus dari SMA, lepas dari serangkaian kegiatan senior yang tak berakhir, akhirnya, pesta prom yang di nanti-nanti banyak orang pun berakhir. Dan tentu saja, kehidupan sebagai seorang Putri Mahkota sejak satu tahun yang lalu membuat Charlotta lama-lama terbiasa. Apalagi dengan keberadaan ayah yang ternyata seorang Direktur dari pemilik bisnis boneka Teddy Bear yang sudah melakukan ekspor ke seratus lebih negara di dunia.
Siapa yang mengira Teddy Bear bakal membuatnya menjadi anak konglomerat bahkan mengalahkan bisnis pakaian keluarga Young? Yah, itulah kehidupan yang Charlotta jalankan sebelum malam kemarin ia menerima berita mendadak.
"Hey, sayang, kemari. Ayah ingin memeluk putriku yang sudah berjuang keras lulus dari SMA-nya," pria itu beranjak dan memeluk tubuh mungil Charlotta yang terbungkus gaun selutut dengan hoodie. Sengaja, katanya, kalau ia keluar publik mengenakan gaun rumah yang biasa ia kenakan di Crown Garden, bukannya itu menarik semua orang? Charlotta akan dianggap kepagian datang ke acara pernikahan atau Awards Grammy.
"Aku bukan putrimu lagi, dad. Aku wanita-mu," ucap Charlotta menekan kata 'wanita' yang membuat ayahnya tergelak tawa. Meski ayah sebenarnya pemilik tanah bermeter-meter di daerah Transvlania, ia tetap bergaya sederhana. Bahkan ayahnya jarang mengenakan jas lengkap dengan sepatu hak mengilap. Semua yang ayah kenakan sangat sederhana, bahkan menyerupai Marcus, wali kelasnya. Kemeja sederhan dibungkus vest berwarna hitam melekat tubuhnya yang agak buncit.
"Okay, berarti kau harus berhati-hati mulai sekarang. Tidak boleh sembarangan keluar rumah atau berpergian karena wanita-ku ini punya surat-surat pribadi untuk menyentuhnya!" James Smith tertawa, membalas Charlotta yang ikut tergelak. Tapi, wajah cerah Charlotta seketika luntur ketika ia mengingat tujuannya ke sini.
"Bicara soal rumah, aku ingin memberitahumu sesuatu, dad," sahut Charlotta berubah serius. Di depannya, James Smith menyandarkan tubuhnya ke meja kerja.
"Apakah ini soal Karry?"
Charlotta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ya. Seperti yang kau dengar juga soal paket bisnis yang akan ia pelajari sebelum kuliah..." nada Charlotta menggantung, melirik ke arah ayahnya.
"Apa dia akan berencana ke Shanghai dalam waktu dekat?" tanya James khawatir.
Kedua mata Charlotta mengerjap lirih, "lebih tepatnya besok."
James Smith menarik napas kaget, "sudah kuduga. Bernard tidak akan menunggu terlalu lama."
"Menunggu apa, dad? Apakah ia mengatakan sesuatu soal paket bisnis itu?"
"Well," James menatap Charlotta yang mengerjap cemas, "kami hanya mengobrol beberapa hari yang lalu ketika bertemu di bandara sepulang dari Jepang. Lalu dia menyinggung soal paket bisnis sebelum musim gugur kalian berdua masuk kuliah," tutur pria itu membuat pikiran Charlotta melayang ke semalam ketika ia mendengar berita itu dari mulut Karry.
"Aku akan ke Shanghai besok," tanpa memulai basa-basi, hanya bermodalkan mengetuk pintu kamar Charlotta, wajah datar Karry bersedekap sambil mengatakannya.
Rasanya ia benci sekali ketika mendengar berita itu dari mulut kekasihnya sendiri. Ia ingin menggaruk dinding, merasa gemas kenapa Karry tidak pernah menceritakan apa-apa soal paket bisnis itu. Katanya, Bernard Wang--ayah Karry--sudah merencanakan ini sejak ia masuk SMA. Ia ingin Karry menerima beberapa pembelajaran soal bisnis terutama dalam eksploitasi Giok sebelum Karry masuk kuliah.
"Giok? Kau ingin berbisnis Giok?" tanya Charlotta malam itu. Mendengar batu permata khas Tiongkok yang sempat Charlotta pelajari waktu ia pertama kali tiba di Crown Garden, Giok adalah perhiasan mahal selain emas yang bisa dijadikan bisnis jangka panjang dan turun menurun.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Prince's Secret (Sequel)
Fiksi RemajaCompleted. Setelah resmi berpacaran dengan Karry Wang dan melalui petualangan mencari orangtuanya yang ternyata adalah seorang pengrajin Teddy Bear terbesar di dunia--James Smith, kini kehidupan Charlotta dan Karry terus bersemayam dalam Crown Garde...
