24 : Before You Go

1.2K 202 32
                                        

Sabtu pagi.

Jaka duduk sambil menopang dagu dengan satu tangan di atas meja makan. Dia memperhatikan Raka yang sedang mengelap kaca jendela. Sesuai kesepakatan mereka bahwa pekerjaan rumah menjadi tanggungjawab pemuda itu. Jadi, dia sudah terbiasa melihat Raka melakukan kegiatan bersih-bersih kos. Namun, ada yang berbeda hari ini, dia menyadari bahwa Raka mengelap kaca sambil banyak bersenandung riang.

"Kamu lebih semangat dari biasanya, ya?"

Jaka tiba-tiba berkomentar. Dia jelas merasakan atmosfer keceriaan di sekitar selain karena senandung Raka, juga karena suara lagu yang terdengar dari music box di tengah-tengah meja makan. Benda itu bukan miliknya, tetapi Raka berkata padanya bahwa Bagas yang memberikan benda tersebut untuk pemuda itu sebagai hadiah.

Raka menoleh dengan tersenyum, "Belakangan ini aku terlalu sibuk kerja, jadi ga sempat bersih-bersih total. Karena hari ini libur, aku jadi semangat bersih-bersih."

"Gitu tah," ucap Jaka sambil menggaruk pantat. "Tumben juga kamu putar lagu. Jadi semakin membakar semangat ya."

"Mas Jaka tau? Semua yang di music box itu rekaman suara Bagas cover-in lagu," Raka lantas terkikik sebelum melanjutkan. "Aku merasa terharu waktu dia kasih itu."

Jaka mengernyit, "Eh? Aku pikir aku sedang mendengarkan penyanyi terkenal. Ternyata suara Bagas merdu juga ya."

"Benar kan?"

"Aku jadi ikutan bersemangat," Jaka menanggapi dan bangkit dari kursi. "Kalau begitu, aku juga akan bersih-bersih."

Raka mengerjap beberapa kali. Dia menoleh terkejut saat melihat Jaka mengangkat kasur lipatnya yang semula disandarkan pada dinding. Tidak sampai disitu, dia semakin merasa sungkan karena Jaka menjemurkan kasurnya di balkon.

"Eh, ga usah Masㅡ Mas Jaka santai aja," Raka berjalan mendekati pria itu.

Jaka tak menghiraukan, "Tapi kasur ini berat, loh. Kalau kamu angkat sendiri."

"Emang berat...," Raka tiba-tiba meraih lengan Jaka dan menarik paksa pria itu agar kembali masuk ke dalam. "Tapi bukan itu masalahnya! Bersih-bersih kos itu kan tanggungjawab aku!"

Jaka terduduk di tepi ranjangnya. Dia menatap Raka yang mengomel sambil berkacak pinggang di depannya, entah mengapa suasana ini membuatnya merasa seperti sedang dimarahi seorang istri. Dia menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal dengan ekspresi bingung.

"Ga masalah kan kalau aku sedikit membantu?" ujar Jaka yang kemudian berniat beranjak dari duduknya. "Sekarang lagi libur, aku nganggur ga ada kerjaan."

"Ga boleh!"






Bruk!!







"..."







I got a heart, and I got a soul

Believe me, I will use them both

We made a start

Be it a false one, I know

Baby, I don't want to feel alone


Jaka dan Raka saling membeku terdiam di atas ranjang. Tidak ada suara yang terdengar selain lantunan lagu dari music box dan suara kipas angin yang menyala. Dengan posisi Raka yang tengkurap di atas tubuh Jaka, mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Semua itu berawal ketika Raka berniat mencegah Jaka yang akan berdiri. Tetapi berakhir dengan kaki mereka yang terpeleset, alhasil Jaka jatuh ke belakang dan Raka menimpa tubuh pria itu.




PULANG [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang