"Wah! Beneran festival!"
"Beneran? Kamu ini, ya..."
Jaka menatap ke sekitar untuk mencari tempat parkir, mereka baru saja tiba di alun-alun Yogyakarta. Dia kemudian menoleh ke arah Raka sebentar ketika pemuda itu berkata dengan girang. Meskipun mereka baru melewati kawasan pintu masuk ke festival, tetapi mata mereka langsung disuguhkan dengan banyak stand yang menjual berbagai macam barang dan makanan.
"Padahal udah terlihat jelas di depan mata kamu ada ramai-ramai begitu," Jaka melanjutkan, dia akhirnya menemukan tempat untuk memarkirkan mobilnya.
Raka mendengus agak kesal, "Meskipun kita udah sampai di sini dan bahkan kita mencocokkan pakaian untuk merayakan pergantian tahun bersama..."
Jaka terhenyak pada kalimat itu. Sejenak, dia melirik pakaian yang dia kenakan lantas kembali menyadarinya.
Mereka memakai jaket denim yang terlihat mirip seolah jaket pasangan. Untuk beberapa alasan, Jaka tidak mendapat jatah libur akhir tahun sehingga hari ini dia juga pergi bekerja. Namun, dia meminta izin agar dia bisa pulang lebih awal. Saat tiba di kos, dia mendapati Raka membeli dua jaket denim dengan alasan untuk mereka kenakan dalam rangka perayaan tahun baru.
"Tapi, pergi ke festival seperti ini hampir ga terasa seperti hal yang nyata. Karena ini pertama kalinya bagiku setelah sekian lama," Raka lanjut menjelaskan.
"Begitu ya."
Jaka pikir benar bahwa Raka belum pernah ke perayaan tahun baru di luar rumah sejak pemuda itu masih di SMP. Raka memiliki ekspresi wajah seorang anak yang dibawa ke taman hiburan untuk pertama kalinya. Ketika melihat ke luar jendela mobil, mata pemuda itu berbinar menatap keramaian yang ada. Setelah memarkikan mobil, dia kemudian berbicara pada Raka sambil melepas sabuk pengaman.
"Nah, karena kita udah sampai di sini ayo kita bersenang-senang."
Raka mengangguk riang tapi detik berikutnya dia mengernyit, "Kenapa kamu dari tadi memalingkan muka?"
"Ah, kalau ituㅡ"
Jaka masih menatap ke arah lain, sementara Raka tiba-tiba mencondongkan tubuhnya di samping pria itu.
"Mas Jaka, bagaimana penampilanku dengan jaket ini?"
Jaka menatap ke arah Raka lalu semua cahaya lampu dari luar menerobos kaca jendela sehingga menciptakan ilusi yang menerangi sekeliling tubuh pemuda itu. Pemandangan itu menghipnotisnya dan membuat hanya Raka yang berada di fokus utama bidang penglihatannya saat ini.
"Manis sekali."
Raka sontak saja mengerjap dengan bingung dan mulutnya setengah terbuka mendengar komentar itu dari Jaka. Pikiran Jaka juga membutuhkan beberapa detik untuk merenungkan apa yang telah dia katakan. Dan ketika dia menyadarinya, seketika wajahnya memerah. Apa yang telah dia katakan kepada pemuda itu? Dia pikir seharusnya akan lebih tepat jika dia mengatakan, 'Itu terlihat cocok'.
Raka menyadari reaksi pada ekspresi Jaka, jadi wajahnya pun ikut memerah. Dia menatap Jaka yang membuang muka, dan matanya masih tertuju pada pipi pria itu.
Jaka berdeham untuk mengusir kecanggungan. "Ayo turun," katanya.
"I-Iya..."
Sepertinya musik tradisional menjadi tema acara festival ini. Mereka bisa mendengar suara musik gamelan yang mengalun lembut. Jaka berjalan di samping Raka, mereka memasuki kawasan dengan banyak stand makanan. Kemudian tiba-tiba ada dua anak kecil laki-laki yang berlari di depan mereka. Untuk sesaat, mereka menghentikan langkah. Salah satu anak berlari membawa permen kapas di tangan, sementara satu anak lainnya mengejar.
KAMU SEDANG MEMBACA
PULANG [✓]
Fanfiction⌠ boy x boy | jeno x renjun ⌡ ❛❛ Rumah dan pulang bukan perkara tempat, tapi perasaan. ❜❜ kujangsiku noren ver alternate story of blue neighbourhood. bebas mau baca blue neighbourhood dulu atau tidak, tapi sebagian cerita itu berkaitan dengan ceri...
![PULANG [✓]](https://img.wattpad.com/cover/277838810-64-k529729.jpg)