[34] Opposite way

97 21 44
                                        

"You bitch! Talk to me!"

[Kau jalang! Bicara denganku!]

"Shut up..... You are not going anywhere, just..... stay here"

[Diam..... Kau tidak akan pergi kemana-mana, hanya..... Tetaplah disini]

"FUCK! You better open this fucking door and talk to me what! Is! Going! On! Hell yeah!"

[BRENGSEK! Kau lebih baik membuka pintu sialan ini dan bicara denganku apa! Yang! Sedang! Terjadi! Sialan huh!]

"No....."

[Tidak.....]

BANG!

"Can you just face me and talk?!! You are the one who leave me! You choose to end this! So what's freaking happen to you?!!"

[Bisakah kau melihatku dan bicara?!! Kau sendiri yang pergi meninggalkanku! Kau yang memilih untuk mengakhiri ini! Jadi apa yang sebenarnya terjadi padamu?!!]

"I STILL WANT YOU!! I DON'T WANNA TO END THIS!! SO CAN YOU SHUT UP NOW??!!!"

[AKU MASIH MENGINGINKANMU!! AKU TIDAK MAU INI BERAKHIR!! JADI BISAKAH KAU DIAM SEKARANG??!!!]

  Kebisingan itu berhenti sejenak. Yoobin mendaratkan keningnya ke pintu dan mulai menangis. Suara tangisan Yoobin terdengar jelas oleh Yoohyeon. Tangan wanita itu spontan bergerak seakan-akan mengusap air mata yang mengalir tersebut. 

  Yoohyeon mulai menangis sesaat setelah Yoobin membuka pintu. Wajahnya menyiratkan bahwa Ia lelah ditambah air mata yang membuatnya semakin menyedihkan. Wanita itu terjatuh dalam pelukan Yoohyeon. Memeluknya erat tidak rela melepaskan wanita itu begitu saja. 

Why you do this to me??

[Kenapa kamu melakukan ini padaku??]

.... I'm sorry....

[.... Maafkan aku....]

Can you just tell me..... Why am I happy to hear it but also feel like falling down every second? 

[Bisakah kamu memberitahuku saja..... Kenapa aku bahagia mendengarnya tapi juga merasa terjatuh setiap detiknya?]

Sorry for all I've been done to you.....

[Maaf atas semua yang sudah aku lakukan padamu.....]

It hurts so good...... Break me apart..... But also make me breath in relief......

[Sakit sekali...... Menghancurkanku..... Tapi juga membuatku bernafas lega.....]

  Yoohyeon tidak dapat berkata apa-apa lagi. Ini memang salahnya. Keputusannya untuk memilih Jiu membuat Yoobin harus tersingkir dari hatinya. Nama Yoobin hanya akan ada sampai disini. Untuk seterusnya, nama itu hanya akan jadi kenangan lama baginya. 

  Momen dimana Ia pernah menggenggam tangan itu. Yoobin akan menjadi kisah pengantar sebelum Ia benar-benar masuk ke inti ceritanya. Dan cerita itu sudah menemui akhirnya. Saatnya salam perpisahan.

You'll not be happy with me...... You know my heart will be hers..... Stay here are just gonna make you die in pain..... I want to make sure you're fine before you become my memories..... 

[Kamu tidak akan bahagia denganku...... Kau tahu hatiku akan menjadi miliknya..... Tetap disini hanya akan membuatmu mati dalam kesakitan..... Aku ingin memastikan kamu baik-baik saja sebelum kamu menjadi kenanganku.....]

Summer to AutumnCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang