[28] Second letter

102 25 21
                                        

Siyeon baru saja akan membuka pintu ketika sebuah surat menarik perhatiannya. Dia mengambilnya dan masuk ke dalam. Jiu sudah menunggunya di sofa. Tampaknya wanita cantik itu tertidur lagi. Tapi tidak lama setelah Siyeon masuk Ia bangun.

"Ada surat"

Jiu yang masih setengah mengantuk langsung terkejut. Dia bahkan langsung berlari ke pintu depan dan memeriksa kotak surat.

"Mana?! Tidak ada apa pun! Jangan bercanda Siyeon-a!"

"Siapa yang bercanda?"

"Kau bilang ada surat!" Jiu berteriak sembari menutup pintu.

"Memang ada surat, aku meletakkannya di meja"

  Jiu menaikkan sebelah alisnya dan melihat ke meja. Astaga, dia terlalu bersemangat sampai secara tidak sadar berlari mencari suratnya. Tangannya membalik amplop putih dengan gambar tanaman hijau yang tersusun rapi itu. Surat dari Yoohyeon. Baru saja Ia akan melompat kegirangan saat dia sadar, kekasihnya ada disana. 

  Jadi dengan mengendap-endap Jiu masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Wajahnya langsung berseri-seri. Deretan gigi putihnya terlihat, matanya berbinar-binar, jantungnya berdegup kencang, dan tentu saja overdosis kebahagiaan dalam dirinya.

"Baiklah! Ayo kita baca balasan darinya!"






Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






Keningnya mengerut dan sesekali mulutnya berdecak. Dia tidak mengerti satu hal. Apa maksud Yoohyeon?? Apa arti kalimat yang berada di posisi tengah tersebut? Terlalu penasaran, Jiu akhirnya mencari artinya.

"Aku milik seseorang....??" Jiu tersenyum kebingungan.

"Maksudnya..... Yoohyeon sudah dimiliki..... Oleh orang lain....? Eh?"

Jiu mengusap pipinya. Ia menangis?

"H-hei.... Ada apa denganku?? Memangnya kenapa jika dia sudah jadi milik seseorang?? Aku juga begitu....." 

  Bukannya berhenti, Jiu semakin sedih. Air mata itu benar-benar mengalir dari sudut matanya. Entah sekeras apapun usahanya mengusap dan menghentikannya, Ia tetap menangis. Hatinya sangat sakit, dalam otaknya yang Jiu tahu kalau dia terlambat. Luapan penyesalan tiba-tiba muncul dalam dirinya. 

  Dia merasa seharusnya Ia bisa mendapatkan Yoohyeon tapi semuanya sudah terlambat. Padahal mereka baru bertemu, Yoohyeon baru saja datang dalam hidupnya. Wanita itu baru saja berkenalan dengannya. Lalu, dimana letak keterlambatannya?? Bisa jadi Yoohyeon memang sudah memiliki kekasih sebelum mereka bertemu, sepertinya. Sungguh, apa yang terlambat saat ini?

Summer to AutumnCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang