48|| KEMARAHAN SANG KETUA NBC

27 0 0
                                        

ANALDI STORY 🌻

48|| KEMARAHAN SANG KETUA NBC

“Ga akan gw maafin orang orang yang udah ngusik hidup gw! Camkan itu.” Aldi Alfaro Melviano

“Lo udah mulai duluan yang mulai permainan so kita nikmati permainan lo.” Aldi Alfaro Melviano

ANAK DHAJA HAH!!!” Aldi sudah geram, belum orang itu menjawab Aldi sudah terlebih dahulu membongkem perut mereka masing masing. “Udah woy belum juga dia jawab udah bikin pingsan.” Reza melerai membuat Aldi menghentikan pukulannya.

“Jawab!!!” Daffa dengan tegas dan dingin. “A a ak—.” Fahri terbata bata. “SIAPA ANJING!!!” Aldi tersulut emosi. “Aksa, Barra, Geo.” Balas Fahri lancang, rahang Aldi seketika mengeras tak hanya Aldi bahkan Reza.

Reza meninju tembok yang ada di sampingnya lalu menatap Fahri dengan sorot mata elang. “Lo udah mulai duluan AKSA!!!” Aldi dengan tegas. “Lo main dengan cara kotor.” Lanjut Aldi
lalu menatap Fahri dan teman temannya. “Di kasih duit berapa Lo sama mereka???” Tanya Aldi.

“Sa sa satu juta.” Balas Fahri masih gagu karna baru pertamakali melihat Aldi semarah ini, jujur pas Aksa menawarkan hal begitu Fahri gelap mata hingga tak mikir kedepannya, karna realistis aja manusia akan hilang akal sehatnya ketika bersama uang.

“Telpon si Aksa kasih tau kalo mereka bertiga suruh kesini.” Perintah Aldi membuat Fahri mengangguk lalu menelpon Aksa, panggilan terjawab. “Hallo Sa.” Ucap Fahri sengaja mengaktifkan spiker agar terdengar.

“Iya ada apa???”

“Tugas gw udah selesai, gw mau uang tambahan.” Ucap Fahri.

“Pinter boong juga nih orang.” Batin Aldi.

“Ckk satu juta emang ga cukup!!!”

“Lo ga mau? Atau gw sebar ini semua, karna gw udah rekam.” Ancam Fahri.

“Yaudah Lo dimana???”

“Gudang.” Balas Fahri langsung menutup telponnya.

“Pinter boong juga lo.” Ujar Aldi namun Fahri hanya menunduk, saat terdengar suara pintu terbuka Aldi dengan cepat langsung bersembunyi bersama anak inti, Aksa datang bersama Barra dan Geo. “Muka Lo bonyok kenapa???” Tanya Aksa melihat wajah Fahri yang babak belur.

Aldi keluar dari tempat persembunyian bersama yang lainnya. “Oh jadi kalian dalang dari semua ini.” Ujar Aldi membuat Aksa berbalik dan melihat Aldi bersama komplotannya. “Iya emang kenapa???” Tanya Aksa dengan songong menampilkan wajahnya yang tak berdosa.

“Punya masalah apa sih sama kita? Nyampe nyampe Lo kotorin nama kita pake cara yang anjing ini???” Tanya Aldi membuat Aksa tertawa mengejek. “Lo tuh ga pernah kapok apa gw hajar?!!” Aldi geram.

“Lo lagi—.” Reza menunjuk kearah Barra yang notabenenya musuh bebuyutannya. “Dan—.” Reza kembali menunjuk kearah Geo yang notabenenya ketua osis. “Niat kalian apaan sih???” Tanya Reza bingung memegang kedua tangannya di pinggang.

“Alah ga usah banyak bacot.” Tanpa aba aba Aksa melayangkan bongkeman kepada Aldi namun Aldi dengan mudahnya menangkis, dan Aldi berbalik mengajar Aksa. “Ini buat Lo yang udah macem macem sama gw.” Aldi memberikan bongkeman di perut.

“Ini rencana yang Lo bikin buat mengejatuhin gw.” Aldi memberikan bongkeman di rahang Aksa. “Dan ini Lo udah macem macem sama anak NBC.” Aldi kembali memberikan bongkeman dan darah berasil keluar dari gusi Aksa akibat bongkeman tadi.

Di sisi lain Barra dengan Reza tengah bergulat Barra yang notabenenya adalah ketua taekwondo bisa menangkis pukulan pukulan Reza dengan mudah, tak berhenti di situ saja Reza terus menyerang Barra bertubi tubi, sedangkan Geo diam diam hendak pergi namun kerah seragam belakangnya di cekal oleh Panjul.

ANALDITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang