ANALDI STORY 🌻
5|| CARENYA SEORANG ALDI
“Tetap tenang dan kuasai”.
Ana adalah cewe paling beruntung di antara beratus ratus perempuan yang ingin dekat maupun di bonceng Aldi, dan untuk pertama kalinya Aldi membonceng seorang perempuan Setelah sekian lamanya ia tak pernah membonceng perempuan dan untuk pertama kalinya juga Aldi makan malam bersama perempuan kecuali ibunya. “Mau makan apa???” Tanya Aldi membuat Ana menatapnya, kini mereka tengah berada di kedai pecel lele emperan. “Pecel ayam sama nasi minum nya es teh manis.” Balas Ana memesan. “Pecel ayamnya 2 pake nasi sama es teh manisnya 2.” Ujar Aldi membuat pelayan itu mengangguk.
“Lo tau Lo itu cewe pertama yang gw ajak makan, Lo itu harus bersyukur sama gw kapan lagi coba Lo di ajak makan sama cogan Bandung.” Ujar Aldi sombong. “Bodo amat ga gw pikirin.” Balas Ana membuat Aldi menatapnya dengan intens. “Kenapa sih ayang???” Tanya Aldi membuat Ana melotot kan matanya. “Ayang ayang mata lo.” Ana ngegas, Ana melihat ke arah samping terlihat orang yang tak asing baginya membuat Ana langsung pindah untuk duduk di samping Aldi. “Kenapa???” Tanya Aldi membuat Ana menyimpan jarinya ke bibir Aldi pertanda jangan berisik, orang itu pergi membuat Ana langsung kembali ketempat semula.
“Why???” Tanya Aldi lagi membuat Ana menggeleng santai,lalu meminum minumannya yang sudah sampai, dan mereka langsung memakannya, saat makan Ana melihat penampilan Aldi agak rapih baju berwarna putih di padukan dengan jeans hitam. “Ga usah liatin tar suka lagi.” Ujar Aldi membuat Ana memutar bola matanya dengan malas. “Kalo gw suka sama Lo ya gw udah kejar kejar Lo kali.” Balas Ana.
***
Esoknya di kelas Ana ada pelajaran penjas yang harus dilaksanakan di jam pertama membuat semuanya siswa sudah berpakaian olahraga sejak dari rumah komplotan Aldi pun ada disana belajar penjas. “Oke anak anak sekarang kita belajar main bola dimulai dari menendang, mengiring bola lalu memasukannya ke gawang.” Ujar Pak Basri guru Penjas. “Aldi contohkan.” Lanjut pak Basri membuat Aldi mengangguk lalu mencontohkannya.
“Kurang lebih kaya gitu anak anak jadi sekarang kalian lakukan satu persatu dimulai dari absen pertama sampai absen terakhir.” Pak Basri membuat semuanya melakukan apa yang di katakan guru penjas itu, 20 menit akhirnya selesai sudah. “Sekarang kita tanding bola perempuan lawan laki laki.” Ujar Pak Basri membuat semua perempuan melongo. “Mana bisa pak pasti kita kalah lawan laki laki.” Balas Cika perwakilan dari tim perempuan.
“Menang kalah itu hal biasa bukan? Makanya di coba dulu.” Ucap Pak Basri membuat semua laki laki mengangguk. “Asikk.” Ucap Reza. “Silahkan kalian berunding dulu.” Pak Basri berjalan ke samping untuk duduk, Ana berkumpul bersama yang lain. “Siapa yang main???” Tanya Cika . “Lo aja Cik.” Ujar Angel. “Eh bentar berapa orang yang main???” Tanya Ana. “PAK BERAPA ORANG YANG MAIN???” Teriak Fani.
“LIMA ORANG.” Balas Pak Basri membuat Fani mengangguk. “Lima orang.” Ujar Fani. “Yaudah sih gampang gw, Ana, Distra,Cika , sama Fani.” Ucap Angel. “Gw ga mau ah.” Sahut Cika membuat semuanya melihat ke arahnya. “Ayolah Cik siapa lagi coba semuanya pada ga mau masa Lo juga sih.” Balas Angel. “Ayo ihh solid napa solid.” Fani agak ngegas. “Ayo Cik gw aja mau.” Ana juga. “Yaudah iya iya.” Balas Cika membuat semua mengangguk senang.
Pertandingan dimulai di tim perempuan ada Angel, Cika, Ana, Distra dan Fani sedangkan di tim laki laki ada Reza, Daffa, Aldi, Fahmi dan Joko. Fani dan Joko menjadi kiper sedangkan yang lainnya maju, Pluit berbunyi membuat pertandingan dimulai, bola pertama kali di tim perempuan membuat Cika mengiring bola lalu di halang oleh Reza. “Apa Lo mau ambil bola ini???.” Tanya Cika membuat Reza tersenyum. “Gapapa dah gw ga bakalan ambil bola dari Lo tapi gw bisa kan ambil hati Lo buat gw.” Reza raja gombal.
“Ah mana bisa.” Cika langsung berjalan mengiring bola lalu mengoper kepada Ana kini berganti Aldi yang menghadang Ana. “Yakin mau nantangin kapten futsal???” Tanya Aldi ,Namun Ana langsung menggiring bola sial Aldi terlalu banyak omong, Ana menggiring mengoper kepada Angel yang sudah standby disana dan Angel menerima membawa bola saat hendak mencetak gol namun di hadang oleh Daffa, Damn.
“Oh shit.” Ujar Cika saat bola di bawa oleh Aldi dan semuanya menghadang tapi meleset Aldi terlalu jago untuk itu lalu terciptalah gol membuat tim laki laki unggul satu gol. “Pritttt selesai.” Ujar Pak Basri hanya mengambil satu poin dan bel istirahat berbunyi membuat semuanya bubar untuk berganti pakaian, Ana dan yang lain berganti setelah selesai berganti mereka dihadang oleh Nadia dan kacung kacungnya. “Lo anak baru itukan???” Tanya Nadia mereka tengah berada di tengah jalanan menuju kantin.
“Iya.” Balas Ana malas. “Heh awas deh Lo ganggu.” Ujar Cika. “Diem gw ga ada urusan sama lo.” Nadia agak kencang, membuat semua berfokus ke mereka. “Gw peringatin ya jangan sok Deket deket sama si Aldi deh.” Nadia frontal. “Deket? Sama si Aldi? Gw apa si Aldinya yang ngejar ngejar???” Tanya Ana tetap tenang. “Apa Lo bilang.” Nadia mulai tersulut emosi. “Gw sekolah disini buat belajar bukan buat ajang cari pacar apalagi ajang kepameran.” Ana melipat kedua tangannya di dada.
“Anjing lo.” Nadia menampar pipi Ana. “Bangsat.” Cika hendak menonjok Nadia namun di tahan oleh kacung kacungnya. “Keliatan banget sampah nya.” Ana masih tenang. “Lo ga tau siapa gw HAH.” Nadia di depan muka Ana. “Gw tau Lo sampah sekolah bukan???” Tanya Ana tak takut, Aldi menyaksikan itu bersama dengan yang lain. “Widih tuh si jalang kenapa tuh.” Ujar Panjul . “Gebetan Lo di tampar woy.” Kompor Reza.
“Liatin aja.” Aldi tetap santai. Plakkk tamparan di pipi Ana lagi membuat semuanya terperanjat kaget, Nadia memegang kerah seragam Ana hendak melayangkan bongkeman mentah namun Aldi langsung berada di depan Nadia Bughh rahang Aldi langsung terkena bongkeman mentah Nadia. “A A Aldi.” Nadia kaget bukan main, Aldi memegang rahangnya lalu menatap Nadia dengan muka songong. “Apa yang dia ngomong itu fakta.” Aldi sangat dingin membuat Ana manatap aneh. “Bener nih orang bunglon beda tempat beda sifat.” Batin Ana.
“Lo itu sampah ga ada guna”. Aldi makin memaki Nadia. “Hama bumi”. Aldi lagi membuat Nadia mati kutu ditempat itu juga. “Pergi”. Perintah Nadia kepada kacung kacungnya. “Takut lah tuh”. Sindir Reza saat Nadia lewat di depannya.
Sorenya Aldi kembali bertemu dengan Ana mereka tak sengaja bertemu di belakang sekolah. “Eh Ana.” Sapa Aldi namun Ana tak menghiraukan seperti biasanya, Aldi mengejar menyesuaikan langkahnya. “Kenapa ayang???” Tanya Aldi dan masih sama Ana tak menjawabnya dan seketika tubuh Ana ambruk untungnya Aldi sigap. “Kan gw dah bilang tubuh gw menggoda buat jadi sandaran.” Aldi belum menyadari. “Heh udah ah ga usah nyender berat tau.” Aldi mulai pegal namun tak ada respon dari Ana membuat Aldi melihat kearah wajah Ana. “Ana astaghfirullah Lo kenapa???” Tanya Aldi panik menepuk nepuk pipi Ana.
Aldi langsung membawa Ana ke dalam mobilnya untung nya tadi pagi dirinya ingin bawa mobil coba kalo bawa motor kan ribet. “Mau kemana bos???” Tanya Panjul saat Aldi hendak masuk kedalam mobilnya. “Kesini tar gw balik lagi.” Balas Aldi langsung pergi,ia membawa Ana ke rumahnya membuat Fina kaget. “Aldi bawa siapa ini???” Tanya Fina kaget saat Aldi menggendong tubuh Ana.
“Udah mah nanti nanya nya mending mamah periksa.” Aldi membaringkan tubuh Ana ke kasur nya membuat Fina menatapnya aneh. “Kamu itu kenapa sih???” Tanya Fina membuat Aldi menatap Fina binggung. “Kenapa mah???” Tanya Aldi. “Orang pingsan itu dibawa nya ke rumah sakit bukan ke rumah.” Fina merasa tidak betul dengan anak pertamanya ini. “Refleks mah refleks.” Balas Aldi. “Telpon bibi kita periksa.” Titah Fina membuat Aldi langsung menelpon bibinya.
Follow: Loll_a124
KAMU SEDANG MEMBACA
ANALDI
Ficção AdolescenteNBC: PERJALANAN SOLIDARITAS DAN PRIORITAS Tidak menyinggung dari pihak mana pun tidak copy copy ini real asli murni otak, vote nya. Aldi Alfaro Melviano cowo dengan ketampanannya yang melebihi orang normal ketua geng motor NBC membuatnya menjadi seo...
