26

54.6K 9.7K 1K
                                        


Bantu share dan rekomendasi cerita ini ke temen-temen kalian yuk. Di tiktok, ig, twitter, fb, dll. Makasih guys 🥺❤️


HAPPY READING ❤️

****

Kakinya melangkah dengan tenang mengelilingi lautan bunga lavender yang seakan tidak memiliki ujung. Bibirnya mengulas senyum. Sangat indah, ia sampai tak bisa berkata-kata karena pemandangan itu membiusnya untuk diam. Ia menutup matanya dan menarik napas panjang selama beberapa saat. "Ini indah sekali," bisiknya takjub.

"Sena?"

Tubuhnya tersentak dan sontak menoleh. Sudah lama sekali namanya itu tidak dipanggil. Mata cokelatnya sedikit membesar ketika menemukan sosok yang mirip sepertinya namun gadis itu dalam balutan gaun putih yang sangat cantik. Rambutnya digelung ke atas dan ada piara kecil di kepalanya. "Siapa?"

"Kau menyebutku, Aluna pertama."

"Oh astaga. Ternyata itu kau ya, haha. Aku sudah lama mencarimu. Aku seperti orang gila. Ini memusingkan," ujar Sena kemudian. "Tunggu, apa aku sudah mati? Astaga, benarkah? Aku mati? Yang benar saja! Ini tidak menyenangkan lagi! Bagaimana caraku keluar dari sini? Katakan padaku! Aku tidak mau mati ditubuhmu."

Aluna itu mengernyit. "Kau lebih cerewet dari yang kuduga."

Sena cemberut. "Memang kenapa? Ini mulutku! Ini suaraku! Aku tidak merugikan siapapun," balasnya sengit.

"Ternyata Dewa takdir tidak salah pilih, ya. Kau sangat manis dan juga bersemangat, Sena."

Sena tidak bisa menahan diri untuk tidak merona. Dipuji gadis cantik seperti Aluna membuatnya malu. Walaupun wajahnya mirip dengannya tetapi kecantikan gadis itu lebih terang darinya.

"Jadi, kau mau bertahan atau melepaskan mereka?"

"Apa?" sahut Sena bingung.

"Bukankah Dewa takdir sudah memberimu pilihan. Kau mau bertahan di sini atau kembali?"

Sena tersentak. Dia ingat kejadian hari itu. Nenek tua yang ditolongnya saat akan pergi ke sekolah! Jadi, itu awalnya?

"Astaga. Ternyata itu wujudnya Dewa takdir ya?"

"Tidak juga. Dia tidak memiliki wujud asli. Dia suka berganti bentuk sesuka hati dan pergi kemanapun ia mau. Dewa takdir suka berkelana."

"Tapi, kenapa aku? Kenapa aku yang dia pilih? Lagipula bukankah itu dunia novel? Bagaimana dia bisa tahu?"

Aluna meringis. "Kau benar-benar cerewet ya. Kau menanyakan hal yang tidak perlu."

"Hei! Aku harus tahu kenapa aku dibawa tanpa permisi seperti itu? Kau kira aku baik-baik saja dilempar seperti itu ke tubuh orang lain--"

"Itu tubuhmu."

"Iya, itu tubuhku... APA?" pekik Sena kaget. "Apa maksudnya itu?"

Aluna menghela napas. "Maksudnya itu tubuhmu. Kau hanya berpindah dimensi."

"Apa maksudnya? Lalu kau itu siapa?"

"Aku hanya bawahan Dewa takdir. Aku roh penjaga sementara tubuh itu."

Sena menyentuh kepalanya. "Astaga, sebentar. Kenapa aku merasa pusing, jadi bisa katakan intinya? Otakku tidak bisa berjalan dengan benar."

"Dunia novel itu sebenarnya dunia paralel yang disiapkan untukmu. Dewa takdir memilih novel kesukaanmu karena kau pernah bilang kau ingin masuk ke dalamnya dan bertemu cintamu Arsalan. Ini hadiah darinya."

Beware of The VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang