39

38K 7.3K 808
                                        


BANTU SHARE KE TIKTOK, TWITTER, IG, DAN SOSMED LAIN YUK 🙏🏻

MAKASIH ❤️

HAPPY READING

****

Aluna di sidang! Ya, siapa lagi jika bukan oleh Arsalan dan teman-temannya. Bahkan ada Maggie dan Allen juga di sisinya. Dia disudutkan dan dipaksa duduk bersimpuh di lantai dengan tangan terangkat ke atas. Ini sudah berjalan sepuluh menit dan tangannya terasa pegal. Gadis itu berniat menurunkannya namun dia kembali mengangkatnya ketika Arsalan mendelik ke arahnya. Dia sedang dalam mode mengerikan.

"Arsa, tanganku sakit," rengeknya dengan nada manja yang dibuat-buat.

"Menjijikkan," dumel Edgar dan Allen kompak yang spontan melakukan tos.

Aluna mendelik ke arah keduanya dan tersenyum lebar pada Arsalan. "Arsalan, bukankah katamu aku mirip penyembah sekte sesat jika seperti ini?"

Arsalan tidak menyahut. Dia sedang menahan emosinya yang bergejolak ketika mendapat laporan pengintaian anak buah kakeknya tentang pertemuan Aluna dan Damon juga interaksi keduanya yang sangat dekat. Dia menunduk dan menyangga tangannya di lutut dengan jemari yang saling bertaut di depan mulutnya. "Kau."

Aluna menelan ludah gugup.

"Kenapa kau meniup luka di tangan Damon? Kau bahkan tidak pernah melakukan itu padaku." Aluna menurunkan tangannya hendak menyahut namun ia segera mengangkatnya lagi ketika Arsalan menitah dengan wajah datar. "Angkat tanganmu!"

"Aiyaa, itu hanya kebetulan. Aku mengobatinya karena dia tampak menyedihkan!"

Arsalan mengacak rambutnya. "Tapi dia sudah melakukan hal yang buruk padamu Aluna! Bagaimana jika dia melakukannya lagi?" sentak Arsalan kesal. Tak habis pikir dengan kebodohan dan kenekatan Aluna yang diluar akal sehat seseorang yang normal.

"Kami sedang gencatan senjata."

"Kak, apa kau pernah berpikir jika semua tindakan sembronomu itu bisa membuatmu mati?" tukas Allen jengkel.

Aluna diam kemudian menggeleng. "Tidak juga. Dua kemungkinan terburuk yang membuatku mati sudah terselesaikan," sahutnya dengan yakin. "Aku juga berteman dengan Damon sekarang, jadi, kami baik-baik saja."

Maggie menepuk jidatnya dengan wajah lelah sementara para lelaki hanya bisa menggeleng tak percaya. Maggie mendorong kening Aluna beberapa kali. "Coba pikirkan, bodoh! Bagaimana jika Damon hanya bercanda dan memanfaatkan mu? Dia bisa membunuhmu kapan saja bodoh! Dia itu setan licik yang melakukan apapun demi tujuannya tercapai!" ujarnya tak sabar.

Aluna lagi-lagi diam dan membuat wajah berpikir. Ucapan Maggie masuk akal. Dia mengigit bibir bawahnya dan menatap Arsalan dengan sedih. "Bagaimana ini? Aku bahkan sudah mengajaknya bertemu nanti malam."

"KAU MENGAJAKNYA BERTEMU?" pekik Allen histeris. "Kak! Kau gila," semburnya kesal

Aluna meringis. "Aku tidak akan sendirian. Aku akan bersama Arsalan. Ya, kan?" ujarnya menatap Arsalan yang sedari tadi diam. Gadis itu terkesiap sadar melihat tatapan dingin Arsalan. "Aku minta maaf, aku hanya--"

Arsalan tak mendengarkan jawaban Aluna dan melengos pergi. Edgar menepuk bahu Aluna. "Selamat, kau akan benar-benar dicampakkan olehnya!" ujarnya pelan yang dibalas lemparan sapu oleh Aluna.

Axylo menatapnya sekilas kemudian ikut menyusul teman-temannya. Aluna segera memeluk Maggie. "Astaga. Apa yang sudah kulakukan?" ujarnya menyesal.

"Yah, tidak heran. Kau ini kan memang bodoh."

Beware of The VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang