BANTU VOTE, KOMEN, TERUS SHARE KE TIKTOK, TWITTER, IG, DAN SOSMED LAIN YUK 🙏🏻
MAKASIH ❤️
HAPPY READING
****
Kantung hitam yang tampak jelas di kedua matanya menandakan jika tidurnya tidak nyenyak. Rambutnya yang kusut. Baju yang tidak beraturan. Juga, tatapan matanya yang sayu seakan tidak ada gairah hidup sama sekali. Aluna meringis menatap Arsalan yang duduk di depannya, dia seperti gembel. Karena beberapa hari terakhir Aluna tidak bisa menemui Arsalan, terpaksa dia menemuinya di markas silastor. Sejujurnya dia tidak sudi kemari karena dia pernah di permalukan di tempat ini oleh Damon. Hah, masa lalu yang mengerikan.
"Kita perlu bicara," kata Aluna dengan tegas.
"Kau sudah bicara."
Aluna meringis. "Apa kau tidak bisa berucap dengan lebih lembut pada mantan kekasihmu ini huh?" omelnya kesal.
"Sejak kapan kita putus? Aku tidak menyetujuinya," protes Arsalan ketus.
Aluna mengepalkan tangannya dan menghela napas panjang. "Arsa, apa kau tidak berniat meminta maaf padaku?"
"Apa kau juga tidak mau minta maaf padaku?" balas Arsalan tenang.
Keduanya saling menatap dengan tajam satu sama lain. Edgar dan Eros mengintip dari balik pintu dengan wajah sebal. "Pasangan bodoh itu!" maki Eros kesal.
"Astaga, Aluna itu benar-benar egois! Sementara si Arsalan juga tolol. Hah, kenapa mereka terlalu drama seperti ini. Ini memuakkan!" protes Edgar tak kalah jengkel. "Karena mereka, suasana dikelas jadi aneh. Arsalan juga terus mabuk. Aku malas jika harus terus mengurusnya seperti ini!" imbuhya lagi.
"Hei, kau pikir cuma kau yang merana di sini huh? Kita semua juga begitu, sial!" sembur Eros kemudian.
"Apa kau baru saja memaki ku?" protes Edgar jengkel.
"Apa, sial? Aku tidak mengejek mu!"
"Apa kau dongo?"
"Kau yang memaki ku, berengsek!"
Eros dan Edgar saling melotot kemudian menjambak rambut satu sama lain hingga menimbulkan keributan. Terpaksa, Axylo turun tangan dan membawa mereka menjauh sementara Delon hanya menyaksikan saja sambil merokok dengan tenang atau lebih tepatnya tidak peduli.
Aluna yang mendengar keributan itu menoleh sebentar dan kembali menatap Arsalan. "Kupikir kita perlu bicara di tempat lain."
"Tidak. Katakan saja apa yang mau kau katakan di sini."
"Arsalan!"
"Aluna!"
Aluna mengusap rambutnya frustrasi. Arsalan sangat sulit diajak berbicara, sungguh. Padahal sebelumnya dia sangat santai namun aura aneh yang dikeluarkannya saat ini membuatnya tidak nyaman. Terlebih dia ini juga salah satu alasan mengapa Arsalan kembali menjadi dingin seperti ini. Ia mengakui itu. "Oke." Aluna menarik napas panjang. "Apa kau percaya padaku?" tanyanya pelan namun menusuk.
Arsalan terkesiap kaget, ia tak menyangka jika akan diserang pertanyaan itu tiba-tiba. Arsalan mengepalkan tangannya. "Apa kau mau aku jujur?"
"Tentu, katakan sejujurnya. Hari ini kita harus menyelesaikan semuanya. Aku lelah terus bermain kucing dan anjing denganmu beberapa hari ini," tukas Aluna jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beware of The Villain
Novela JuvenilFOLLOW AKUN SAYA SEBELUM BACA ❤️ BACA AJA DULU SAMPE 10 CHAPTER! NOTE : DIALOG DAN NARASI PAKAI BAHASA BAKU. ---- Sena lebih suka bercengkerama dengan karakter fiktif penuh akan drama dalam buku novel dibandingkan bersitatap dengan manusia nyata...
