35

47.2K 8.9K 1.4K
                                        

Manusia gabut cek 😎

OIT BANTU SHARE NAPA BIAR MAKIN RAME YANG GILA KEK ALUNA 😚

HAPPY READING

****

"Aluna, selamat datang di dunia Silas. Selamat menjadi ratu ku yang sesungguhnya, sayang."

Aluna merasa ingin menghilangkan diri saat bisikan rendah dan menggoda itu hinggap di telinganya. Bagaimana bisa dia tenang saat Arsalan tiba-tiba membawanya ke sebuah tempat yang mengerikan! Dia pikir saat Arsalan mengajaknya berkeliling, dia akan menemukan sesuatu yang menarik tetapi yang dia temukan hanyalah sekumpulan binatang pemakan daging yang berkeliaran bebas dibelakang rumahnya. Sementara bagi Arsalan, membawa Aluna menemui hewan kesayangannya membuktikan kehadiran gadis itu sudah sangat dia akui. Karena Gara dan teman-temannya sudah dia anggap sebagai saudara baginya. Yang artinya merekalah keluarganya.

"Kau tidak akan melemparkanku ke sana bukan?" cicit Aluna gugup.

"Kau mau?" tawar Arsalan dengan menyeringai.

Aluna spontan mendelik. "Yak!" teriak Aluna sambil memukul pelan bahu Arsalan.

"Aku hanya bercanda," sahut Arsalan sambil terkekeh.

"Bercandamu tidak lucu, sial." Aluna mengedipkan matanya ketika salah seekor macan itu menatapnya. Aluna mematung dan menyipitkan matanya ketika tiba-tiba saja macan itu mendekatinya dan duduk di depannya seperti seekor anjing. "Kau! Kau mau apa hah?" sembur Aluna berusaha bertingkah berani.

Sementara Arsalan yang berada di dekat Aluna menatapnya dengan intens. Gara, macan itu sangat sensitif sepertinya. Dia sulit menerima orang baru disekitarnya tapi kenapa macan itu malah mendekati Aluna seperti sering bertemu dengannya.

"Siapa namanya?" tanya Aluna dengan tangan yang sudah terulur menyentuh pipi macan itu yang kini menggerak-gerakkan kepalanya dengan nyaman. "Dia mirip anjing."

Macan itu langsung membuka matanya dan menatapnya dengan pandangan kesal. Seolah dia marah disamakan dengan hewan itu. "Apa? Aku kan hanya mengatakannya karena kau sangat manis dan patuh. Itu hal yang langka dan aku sedang memujimu," ujar Aluna lagi seolah tahu yang Gara pikirkan. Gara kembali menutup matanya dan sekarang malah lebih mendekatkan dirinya ketika Aluna menggosok bagian leher dekat bawah mulutnya.

"Namanya Gara. Aku menemukannya di hutan saat dia masih sangat kecil." Arsalan jongkok dan ikut mengelus Gara. "Ibunya mati karena jebakan liar yang dipasang manusia, aku terlambat menolongnya dan hanya Gara yang tersisa meraung sambil mendorong tubuh ibunya."

Entah mengapa Aluna merasakan nada kesepian dalam suara Arsalan. Dia seperti sedang mengungkapkan isi hatinya. "Apa dia benar-benar mengerti apa yang kuucapkan?" tanya Aluna dengan serius.

"Mungkin," sahut Arsalan tak yakin.

"Hei! Coba lihat aku!" Aluna memerintah dengan angkuh. Gara mendongak dan menatapnya dengan pandangan seakan bertanya. "Ingat wajahku baik-baik. Namaku Aluna! Aluna. Aku ini orang yang paling cantik dan juga manis yang harus kau tahu. Salam kenal, Gara," ucap Aluna sambil menundukkan kepalanya.

Gara menatapnya dengan bingung tapi macan itu menyerahkan kakinya yang memiliki kuku besar dan menyentuh lengan Aluna. Aluna histeris dan memeluk Arsalan dengan girang. "Wow! Wow! Dia mengerti! Dia mengerti maksudku!" Jujur saja Arsalan sedikit takjub. Tetapi ia berakhir tersenyum geli ketika Gara menjilat kakinya bekas menyentuh Aluna tadi. Entah mengapa Arsalan justru mengartikan jika Aluna mangsa yang enak untuk Gara tapi dia tidak berani karena Arsalan ada di sisinya.

Beware of The VillainCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang